Pages

24 April 2015

Buku

Buku itu adalah sahabat pertama saya.
Dari zaman mata mulai bisa mengeja aksara, saya jatuh cinta pd setiap lembarannya. 
Saya mengidolainya, mulai sejak ia adalah barang mewah yg hanya bisa dipinjam dari teman, perpustakaan bahkan dari taman bacaan, hingga sekarang dimana membelinya sudah jd kebutuhan. 

Untuk sahabat saya yg satu ini, saya sangat posessif. Saya ingin memilikinya selalu, lagi dan lagi. Tak peduli walau hanya dlm bentuk jilidan foto kopi. Tapi saya tak pelit berbagi. Saya selalu menyarankan orang lain membaca jika ada buku yg saya rasa sangat bagus, bahkan jika org tsb tak mampu/mau membelinya, saya dengan senang hati meminjamkannya. Walaupun setelah itu tidak dikembalikan lg, saya tdk pernah kapok meminjami buku pd org lain. 

Selayaknya sahabat, hubungan kami pun punya grafik naik turun. Ada kalanya ia mengiringi saya kemana saja, bahkan ke kamar kecil. Tapi ada pula masanya ia teronggok di ujung meja tanpa tersentuh bahkan masih dgn segel plastiknya. Ada saat saya tak pernah lepas darinya, selalu ada di dalam tas, menemani kesendirian dlm angkutan umum, teman tidur bahkan partner keluyuran, tp juga ada masanya ia hanya dijenguk pada akhir pekan. Tapi sebagaimana sahabat, saya dan buku akan selalu bersama, semoga. 

Selamat Hari Buku Sedunia, Semesta!