Pages

13 February 2015

Without ME, It's just AWESO!

Memberi judul di atas untuk postingan ini adalah efek dari membaca deskripsi di blog barunya ZainalArifin, seorang adik, teman, mantan rekan kerja, yang punya blog baru, yang sepertinya akan membuat saya betah membacanya. “They said Im cool. Period.” Demikian ia menjabarkan dirinya. Saya terbahak pada detik pertama. Detik berikutnya, membenarkan dalam hati. Iyah banget. He’s cool, as always. Pengetahuannya tentang banyak hal, pemikirannya yang di luar kotak, dan sarkasmenya yang sangat cerdas itu saya kagumi sejak dulu. Sarcasme adalah nama tengahnya. Hahaha... Tapi sejak saya mengenalnya, dan itu sudah 10 tahun yang lalu, saya selalu suka membahas banyak hal dengannya. Kadang opini kami bersebrangan, tetapi diskusi dengannya tak pernah menjadi sia-sia. Selalu ada hal baru yang saya terima. Membaca beberapa postingannya, membawa imaji seolah kami sedang duduk di sebuah kafe, dengan rekan-rekan yang lain, membahas ini itu, random, tapi tak pernah tanpa mutu. Kemudian saya sadar satu hal, bahwa ketika seseorang bernas secara pemikiran, maka menjadi penulis yang ulung (walaupun hanya sekedar blog), hanyalah soal waktu.

Saya punya rekan-rekan keren yang blognya sering saya kunjungi. Rata-rata mereka adalah orang-orang yang enak diajak ngobrol tentang apa saja, buah pikir mereka menarik untuk dikulik, baik secara tatap muka, maupun sekedar sekelebat status di media sosial. Tentu hal ini akan semakin menarik ketika itu tertuang dalam sebuah tulisan, entah itu akan dimuat dalam media cetak, atau hanya sekedar notes di laman facebook

Menulis, jelas adalah sebuah keberanian. Bukan hanya sekedar menuangkan pemikiran. Tak sekedar merangkai aksara. Menulis adalah menegaskan diri dalam pusaran sejarah, mengabadikan pemikiran. Saya terbiasa menulis buku harian sejak pakai seragam merah putih. Hingga kemudian punya blog sendiri, menulis membuat saya merasa mampu menyatakan eksistensi diri. Menulis membuat saya merasa keren (virus sejenis They-Said-Im-cool.Period Virus itu ternyata sudah mendarah daging ya, Jay?). Banyak yang memuji, tak sedikit yang mencaci. Tapi melakukan apa sih yang tak pernah punya dua sisi seperti itu? Jadi, kendati grafiknya naik turun, saya akan berusaha untuk terus menulis apa yang saya pikirkan, apa yang saya rasakan. Dan saya akan selalu mengapresiasi setiap teman yang mau mulai menulis, karena menurut saya, hanya orang-orang keren yang berani menulis :)


Jika kau bukan anak raja, dan bukan anak ulama besar, maka menulislah!
(Imam Al-Ghazali)

Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
(Pramoedya Ananta Toer)
                                                                                                                           


pic from weheartit.com