Pages

20 July 2011

Menulis Lagi





Postingan ini saya buat dalam kamar hotel, dalam sebuah urusan kantor ke ibu kota, di antara rasa capek dan keharusan membuat laporan, keinginan untuk menulis tiba-tiba muncul.

Saya tiba-tiba ingin segera menulis, sebelum wajah lelah saya berubah menjadi wajah jenuh, seperti wajah-wajah yang saya temui di gedung-gedung tinggi kota ini. Saya tiba-tiba ingin menulis sebelum waktu benar-benar mahal. Saya separuh yakin, para pekerja yang hidup di sini, punya waktu berdialog dengan diri sendiri, yang bahkan berdialog dengan keluarganya saja adalah hal yang butuh masa khusus. Sedemikian rupakah hidup hari ini?

Dulu, saya selalu menulis. Dari kelas 6 SD saya punya diari, yang saya tulis tiap hari, yang jumlahnya sudah puluhan sampai sekarang tetapi frekuensi ditulisnya semakin berkurang. Dulu saya menulis tak hanya ketika bahagia atau sedih, apapun saya tulis yang bahkan tanpa topik yang jelas. Dulu, bahkan sebelum ada internet, sebelum saya punya blog, sebelum punya akun friendster, facebook, dan twitter saya sudah terbiasa memposting sesuatu di buku kecil saya, kadang dilengkapi foto, potongan kertas, tiket bus, uang kertas, daun, tissu, apapun. begitu pertama kali bikin blog di tahun 2006, saya yakin, blog saya akan terposting setiap hari, sama seperti ritual saya mengisi diari dan buku kecil. Ternyata semangat itu hanya di awal. Semakin ke sini, saya semakin tidak punya motivasi, keinginan, waktu, kesempatan bahkan topik yang akan ditulis, walaupun sesekali saya masih suka menulis di buku kecil. 

Ketika menulis postingan ini, di sebelah saya tergeletak novel terbaru karya penulis best seller. Di sampul depannya, ada tulisan dan tandatangan beliau lengkap dengan nama saya sebagai alamat tujuan tandatangan itu. Buku itu (dan dua buku lainnya) adalah hadiah seorang sahabat, yang selalu memotivasi saya untuk menulis. Karena itu, begitu saya diberi hadiah buku, saya janji akan menulis lagi. Maka tulisan inilah 'pembayar utang', kendati saya yakin belum akan 'lunas'. Sang Sahabat yakin saya berbakat, karena itu dia suka mampir di blog saya yang sudah bersarang laba-laba di dalamnya saking tak terjamah, dan sekarang mempublishnya dalam sebuah media online dimana ia bekerja sebagai editor. saya juga punya beberapa teman yang selalu menanyakan kapan saya mau menulis lagi, teman yang minta selalu ditag jika saya memposting sesuatu, atau orang-orang yang mengaku terinspirasi dari tulisan-tulisan saya.

Dulu, saya membuatkan puisi untuk teman yang jatuh cinta. Dulu, saya menceritakan kisah seorang teman lewat jalinan fiksi saat dia tak mampu berbagi kisah. Dulu, saya mengkonkritkan curahan hati dengan postingan-postingan aneka judul. Dulu, saya mampu berpikir dengan sudut pandang berbeda dan membaginya dengan para sejawat. Dulu, saya seorang penulis meskipun karya saya segitu-gitu saja!
Ah... saya ingin kembali ke masa dulu, dengan dimensi masa sekarang. Semesta, saya ingin menulis lagi!


*pic from google