Pages

04 March 2011

Perempuan Merayu

I want to buy you flowers
it's such a shame you are a boy
but when you are not a girl
nobody buys you flowers
...
I'll buy you flowers
like no other girl did before

(Emilie Simon - Flowers)

Seorang sahabat merekomendasikan lagu itu untuk saya dengarkan. Dia tahu persis kenapa lagu itu harus saya dengar. Katanya, saya perempuan gombal. Hahaha...


Dulu, ketika masih jadi penyiar radio, selama 4 tahun siaran, saya menghindari program berbau cinta-cintaan. Yah, kadang pas pergantian jadwal bulanan, kebagian juga. Tapi tetap saya hindari. Alasannya, saya takut larut. Yah, selain alasan 'kisah saya lebih rumit kok ngasih love advice pada banyak orang', saya benar-benar takut larut. Saya suka mengurai kata, dan saya takutkan itu adalah gombalan perempuan. Hal yang tak biasa bagi lingkungan kita saat ini.

Iseng, coba googling kata "perempuan merayu". Yang ada, hampir semuanya, adalah merayu perempuan. Cari lagi "merayu pria", maka yang muncul kebanyakan adalah tips pria dalam merayu wanita. Hahaha... Perempuan memang tidak ditakdirkan untuk merayu. Dari dulu. Sampai sekarang? Entahlah, saya butuh masukan adakah perempuan yang lain yang suka menggombal?

Perempuan merayu? Adakah terdengar sangat tak etis? Terdengar agak bitc*y? Atau justru kita akan sepakat, bahwa bahagia adalah hak semua orang, termasuk perempuan. Karena hati perempuan tidak terbuat dari umbi talas yang dikukus, maka ia juga bisa berkata-kata indah, bisa menyampaikan apa yang dia rasakan, walaupun itu berupa rayuan? Terlepas dari buat siapa rayuan tersebut akan dia keluarkan. Yang jelas, karena saya 'suka' menggombal, saya tak mudah 'digombali'. Hahaha...

Tanpa sadar, saya mengajarkan banyak orang untuk merayu. Para sahabat yang curhat, teman-teman yang minta dibuatkan puisi, atau mereka yang suka baca 'rayuan' saya. Maka, mulai kemaren, saya publikasikan rayuan-rayuan tersebut. Khusus. Tidak berbaur dengan status pahitnya patah hati dan tulisan-tulisan atas banyak kejadian.

Akan mengundang reaksi? Entah. Akan dicemooh banyak orang? Mungkin. Tapi itulah saya! Perempuan Perayu. Toh rayuan tetaplah rayuan, mau dia keluar dari mulut laki-laki atau perempuan.

Kelak, entah siapa yang akan saya hujani dengan semua gombalan saya. Mudah-mudahan ini bisa jadi inspirasi. Ayo, para istri, mulailah merayu, mulailah berpuisi!