Pages

26 May 2009

Surat Terbuka Untuk MUI

Assalamualaikum, semoga keselamatan atasmu tuan Ulama!

Perkenalkan, nama saya Ade Alifya, muslim, perempuan tidak berjilbab, berusaha untuk disiplin sholat, berusaha berpakaian dengan baik, tidak merokok, menjaga diri dari maksiat dan narkoba, berbakti pada orang tua dan menggunakan facebook!

Tuan Ulama, belum habis kecewa saya terhadap keputusan yang anda hasilkan di kampung saya yang mengharamkan rokok dan golput pada pemilu, anda kembali membuat saya kecewa!

Saya tidak akan memprotes anda dengan hadis-hadis shahih, karena andalah jagonya, Tuan! Saya hanya akan mengajak anda melihat mudarat dan manfaat.


Dulu waktu SMP, saya punya sahabat pena, karena pindah dan hal-hal lain, komunikasi terputus. Dan tebak, saya menemukannya kembali di Facebook. Saya punya paman seorang penulis, kami jarang sekali bertemu, bahkan hanya sekali lima tahun, padahal saya selalu membaca karya-karyanya, tapi saya benar-benar jarang berkomunikasi dengannya. Anda tahu, Tuan Ulama, Facebook mempertemukan kami.
Ada banyak kisah seperti itu yang terjalin antara saya dan facebook yang saya miliki. Bukankah Baginda Rasul menganjurkan menjaga silaturahmi? Apakah saya salah untuk hal ini?


Belum lagi rekan-rekan saya yang menghemat dananya mengumumkan sesuatu di facebook, dia tidak perlu beli pulsa, dia tidak perlu bertemu langsung, tapi dia cukup mempostingnya di facebook dan informasi tersampaikan.

Anda tahu, Tuan-Tuan Ulama yang terhormat, banyak mereka yang tidak beruntung dari segi ekonomi, harus berjibaku kuliah sambil kerja agar tetap bisa mengecap eklusifnya dunia kuliah, mereka berbisnis, membuat baju kaos dengan print out pesanan, mereka pasarkan di facebook. Hanya perlu beberapa menit dan merogoh kocek seribu rupiah, produk mereka diketahui publik, pemasaran yang efektif dibanding iklan di media yang tak sanggup mereka bayar. Anda tahu Tuan Ulama, di list friend saya, ada mahasiswi yang memasarkan jilbab, pin-pin lucu, gamis dan baju koko. Bukankah Sang Khalik meredhoi mereka yang berusaha keras dan tidak berpangku tangan?

Dan ada ratusan kisah seperti ini, mereka yang berbagi karya, berbagi cerita dan ispirasi, berbagi nasehat, lewat situs yang sebentar lagi akan Tuan fatwakan haram!


 Saya mencoba memahami alasan anda, Tuan! Facebook membuat kami candu, sehingga lupa waktu, lupa sholat?  Ah, banyak hal yang membuat manusia lalai sholat : TV, game, buku, tidur, bahkan pekerjaan. Lalu apakah anda juga akan mengharamkan itu?

Facebook membuat hubungan lawan jenis menyimpang, ada ghibah, dan bisa menimbulkan fitnah? Ah, anda benar-benar belum menganggap kami penguna facebook sebagai pribadi yang mampu membedakan yang baik dan buruk. Situs ini hanyalah satu dari sekian banyak yang akan menjadi sumber kemaksiatan jika kami mau. Lebih baik mengirim cerita porno lewat email Tuan, dari pada menguploadnya ke facebook, lebih intim dan tidak dibaca banyak orang. Lebih baik mendownload film biru di situs download gratis dari pada di facebook, karena lebih bervariasi (ah, saya juga tak yakin, adakah yg pernah mendownload/upload film biru di facebook?)

Lalu, kalau demikian, internet ini penuh maksiat Tuan, penuh mudarat,apakah juga akan diharamkan?
Dan jadilah kami sebagai generasi bodoh karena TV tak mampu lagi puaskan keinginan kami mengetahui dinamika  dunia karena terlalu disibukkan dengan sinetron lebay dan gosip artis kawin cerai.

Nah, sekarang coba pahami alasan saya, Tuan Ahli Surga. Saya ajak anda duduk bersama, mengobrol bersama dan longoklah facebook saya dan teman-teman saya (jangan seperti kejadian lembaga anda dan film perempuan berkalung sorban yang anda sebut menyesatkan umat tetapi anda tak pernah dan tak mau menontonnya!)

Di facebook saya, ada jurnalis berbagi cerita peliputan, ada penulis mempublikasikan karya barunya ke khalayak, ada anggota KPU yang mengetengahkan persoalan pemilu ke ranah diskusi, ada caleg yang promosi programnya untuk rakyat, ada teman yang sedang bersedih, ada rekan yang mengumumkan pernikahannya, ada mahasiswa yang sedang curhat pusing karena tugas, ada, ah begitu banyak, mereka yang mondar-mandir di situs ini.


Apa lagi yang anda khawatirkan tuan? Pornografi? Ah, bagaimana kalau anda mengurusi media elektronik saja yang acaranya semakin mempertontonkan tubuh? Hubungan lawan jenis? Nah, saya sarankan tuan, anda razia saja mereka di mall, di jalan raya, yang berpelukan bergandengan tangan. Tanyakan mana surat nikah mereka. Silahkan anda inspeksi para lelaki di jalanan yang masih berkeliaran ketika Jumatan. Silahkan anda kutuki para caleg yang mengambil kembali bantuan yang telah mereka berikan ke masyarakat karena ternyata mereka tidak terpilih pada pemilu lalu.

Menurut saya yang bodoh dan awam, masih banyak yang harus anda urusi Tuan, selain persoalan situs jejaring sosial ini, masih banyak yang perlu anda lirik, benahi, dan bina. Lakukuan fungsi anda sebagai penyambung lidah umat, beri pemerintah tekanan untuk mengeluarkan kebijakan pro rakyat, jangan diam ketika bayang-bayang krisis jati diri melanda bangsa ini, bereaksilah terhadap perdebatan neolib versus ekonomi kerakyatan yang telah mengapung, tuntun mereka yang kaya mengeluarkan zakat harta, ajak mereka yang miskin optimis menghadapi hidup, beri mereka kabar baik indahnya surga untuk mereka yang menganggap hidup adalah ibadah, ingatkan mereka panasnya neraka ketika mereka lalai. Jika demikian, saya tumpukan banyak harapan pada anda, Tuan!

Ah, saya hanya orang biasa, Tuan, tak mengerti banyak hal seperti anda. Saya minta maaf jika surat ini menyinggung anda!

Semoga anda masuk surga, Amin!