Pages

15 November 2008

Masih, perihal waktu!


Di depan meja kasir, saya tercenung, ketika harus membayar denda 58 ribu rupiah untuk tiga buah VCD film yang tidak sempat saya tonton. Uang segitu bahkan bisa membeli satu film original.

Ini bukan soal uang, tapi soal sesuatu yang tidak lagi saya punya : waktu untuk diri sendiri. Terbayang tumpukan buku di samping tempat tidur yang dari saya beli sampai sekarang belum tersentuh sama sekali. Bahkan ada yang belum dibuka segelnya. Saya hanya bernafsu untuk membeli tapi langsung terkapar tak berdaya begitu sampai di rumah sepulang kerja. Kamar yang tak sempat dibereskan, arisan yang absen diikuti berkali-kali,  undangan ulang tahun dan baralek yang tidak terpenuhi, acara keluarga yang terabaikan, pertunjukan yang terlewatkan, ah begitu banyak!

Saya menikmati pekerjaan saya, mobilitas tinggi, di bawah tekanan deadline, bertemu banyak orang, terus meng-upgrade diri dan yang terpenting tidak membosankan. Di samping semua hal menantang tadi, saya harus rela kehilangan waktu untuk diri sendiri. Rutinitas saya berbeda dengan rutinitas pekerjaan lain. Kami hanya mengenal jam masuk dan tidak punya jam pulang, kami tidak kenal libur, tujuh hari dalam seminggu, tak ada istilah tanggal merah atau hari besar, semuanya adalah hari kerja. Untuk saat ini, It was so fun and funtastic!!

Keluhannya, ya itu tadi, saya tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal di luar pekerjaan. Tak ada waktu lagi untuk menikmati jalan kaki di bawah gerimis, tak ada waktu untuk menyisiri rak-rak buku di Gramedia dengan santai dan tidak terkejar waktu, tak ada waktu untuk mendesain ulang kamar sendiri, tak ada waktu untuk ngrumpi di dapur dengan sang bunda, tak ada waktu untuk  diri sendiri!!

Saya tidak menyesal dan tidak ingin menyesali. Terkadang di umur sekarang saya hanya ingin ikut arus, membiarkannya mengalir, sampai nanti saya buntu di di persimpangan. Pada saat itu, saya hanya ingin punya waktu lebih untuk diri sendiri, melakukan banyak hal yang sangat ingin saya lakukan, karena bahkan satu detik yang lalu saja tidak bisa dijemput.