Pages

16 November 2008

Being Normal in Sunday Morning




Tadi malam, janjian sama duo reporter cewek nan tangguh : Vivi dan Iyut, minggu pagi ini jogging barengan. Awalnya, kita bertiga sempat pesimis, karena pulang ngantor pasti udah larut dan pagi-pagi, biasanya kita suka bangun agak kalah sama matahari (hee, bangun telat maksudnya). Apalagi hari minggu, meski agak nyantai, kita tetap kerja. Dan biasanya pagi minggu suka dimanfaatkan untuk tidur agak panjang dari pagi-pagi biasanya. Jadilah sebuah kesepakatan ngumpul di GOR jam 6 pagi.

Tadi pagi sempat gerimis, saya bangun dengan malas-malasan. Saya telpon Iyut, dia abis sholat subuh, telpon Vivi, udah selesai dan tinggal berangkat. Mendengar itu, saya juga siap-siap. Huff.. padahal baru jam 5. 30 loh. Sepertinya mereka semangat banget. Mungkin karena belakangan kita sering mengeluh, perut yang udah mulai ndut, pantat yang udah mulai melebar, disebabkan satu hal, pulang ngantor udah jam sepuluh malam, abis tu nyampe di rumah langsung makan malam dan tiduur!! Gimana gak endut coba?!

Dan jadilah, kita bertiga jogging mengelilingi GOR pagi tadi (dari rumah, tetep, pake motor,hee). Saya mulai mengingat, kapan saya terakhir kali jogging, ternyata lebih dari dua tahun yang lalu. Padahal cuma itu olahraga yang saya mahir, tidak seperti vivi yang memang sering ikut kompetisi Aerobik. Habis jogging, kami ikut senam massal di depan stadion. Lumayan, keringatan, dan rasanya semua otot berhasil digerakkan. Abis itu, kami bertiga sarapan. Nyantai-nyantai sebentar, diteruskan pulang ke rumah masing-masing dan siap-siap lagi ke kantor buat liputan.

Di Jalan Sudirman yang masih sepi, Iyut bilang, "serasa hidup normal, ya de? Bangun pagi, jogging, sarapan di gor dan bisa bawa motor sesantai ini."
Saya mengiyakan, dan terdiam. Padahal baru kemaren saya bikin postingan betapa 'tidak normal'nya hidup saya dan rekan-rekan lain sesama reporter. Dan aktivitas kami pagi ini, menghadirkan kesimpulan baru, betapa untuk 'hidup normal' itu begitu mudah.

So, siang ini, ketika saya mengetik postingan ini, saya baru pulang liputan, dengan badan agak pegel-pegel dan tentu semangat baru sisa senam aerobik massal. Minggu depan, kami janjian lagi untuk jogging, melakukan hal-hal normal sebisa kami.

NB: Vivi barusan pamit mau nonton Laskar Pelangi di bioskop sama yayangnya, setelah sebelumnya agak stress takut gak bisa nonton lagi kali ini, karena sebelumnya selalu batal karena ada liputan mendadak. Satu aktivitas normal lagi, kan?
Dan saya, menulis postingan ini ditemani musik gak jelas di luar sana, bikin saya ngerasa agak normal lah untuk siang ini.

Hidup normaaal!!!