Pages

01 November 2008

Aksesoris



Kenapa aksesoris menjadi hal penting dalam dunia fashion?

Ia menjadi benda wajib, harganya pun terkadang sama dan bahkan melebihi harga fashion itu sendiri.
Aksesoris sudah menjadi industri tersendiri dalam industri fashion. Makanya tak jarang kita lihat ada orang yang jadi tajir karena sukses sebagai desainer aksesoris.Berbagai bentuk, fungsi, warna dan modifikasi, tapi intinya cuma satu : memberi 'warna' pada fashion.

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa aksesoris menjadi begitu penting, dan saya menemukan jawabannya : karena manusia bosan dengan sesuatu yang monoton.

Monoton dengan fashion yang itu-keitu-saja (bukankah trend fashion selalu seperti siklus dengan modifikasi?), maka terciptalah aksesoris, aneka rupa tapi memberi nuansa tersendiri pada pakaian yang kita kenakan

Sesimpel itukah menghilangkan kemonotonan?

Ternyata jawabannya iya! 

Kita cuma perlu aksesoris untuk menghilangkan kemonotonan. Hidup ini jelas tak hanya tentang kita dan apa yang kita mau.
 
Kita ingin hidup penuh warna, tidak membosankan, tidak monoton dan tentu dengan banyak pengalaman. Tetapi terkadang hidup yang seperti itu sangat tidak nyaman. Maka tak jarang jika menginginkan kenyamanan maka kita harus memasuki sesuatu yang stabil, roll in their way!
Dan bisakah kestabilan dicapai tanpa rutinitas yang tidak kontinyu?

Wah, rumit juga! Saking rumitnya, kadang kita tak berani keluar jalur, takut untuk buat warna lain dalam diri, takut dengan sesuatu di luar jalur karena takut menghadapi sesuatu yang tak terduga, karena sesuatu yang berbeda, tak sama dan  diluar rutinitas adalah hal yang tidak aman.

Tapi coba pikirkan lagi, tidak bisakah kita menganggap 'hal lain' itu sebagai aksesoris hari?
Rutinitas mungkin tak bisa ditinggalkan, tapi cara kita menjalaninya itu yang kita ibaratkan sebagai seorang fashionable yang sangat trendy, dengan 'aksesoris' agar tak bosan dengan penampilan, agar tak monoton dan tentu semakin enak dilihat.

Paham? Mungkin belum.
Begini saja, jika pergi kerja biasanya saya lewat Jalan Sudirman lalu masuk Jalan Bagindo Azis Chan belok kiri masuk ke Jalan Proklamasi, dan sampai. Maka ketika suatu hari saya ingin 'tampil lebih funky', saya gunakan aksesoris hari : berangkat ke kantor lewat Jalan Ratulangi belok ke Pattimura lalu masuk A. Yani, lewati simpang Olo Ladang, liat pantai di pagi hari ketemu kapal nelayan yang mulai menepi kemudian lewat Jalan Samudra belok di Hayam wuruk, masuk ke kawasan jalan Gereja, masuk lewat simpang dekat Nurul Iman ke Jalan Bagindo Azis Chan, belok kanan ke Jalan Proklamasi dan sampai di kantor.
Wah, memang butuh sedikit pengorbanan, sama seperti uang ekstra yang kita keluarkan untuk membeli aksesoris. Tapi apa yang saya dapatkan sebagai kompensasi : (hari) saya yang 'trendi'.

Jikalau demikian, tentu aksesoris (hari) tak lagi menjadi sesuatu yang tidak penting, ia adalah hal yang wajib, agar tampilan (hari) saya selalu beda, padahal (rutinitas) fashion saya itu-keitu-saja.


P.S : Hari ini saya bahagia sekali, karena tadi malam, saya habiskan energi untuk memutuskan akan pakai aksesoris apa untuk hari ini, mencoba fleksibel dangan standar pakem 'rutinitas' saya. mendobrak apa yang saya sebut wajib dikenakan atau tidak. Dan hasilnya luar biasa : (hari) saya trendy sekali!!