Pages

01 October 2008

HaPPY iDuL FiTRi

Alhamdullillah, akhirnya pertempuran usai sudah. Gak tau hasilnya gimana, setidaknya saya sudah berusaha maksimal, menjalani Ramadhan kali ini.
Buat semuanya, Selamat Hari Raya Idul Fitri ya, mohon maaf lahir batin.

Sebulan berpuasa, saatnya introspeksi. Ramadhan kali ini, agak lebih berat dari Ramadhan2 sebelumnya, hampir sama beratnya dengan Ramadhan tahun lalu dimana saya menyelesaikan skripsi dan kompre sekaligus di bulan Ramadhan. Belum lagi gempa di awal dan gempa2 susulan hampir setiap hari.
Ketika lafadz takbir menggema tadi malam, saya merenungi apa yang saya lewati pada Ramadhan kali ini. Entahlah, saya mungkin benar-benar sedang diuji. Tapi InsyaAllah, saya tak meragukan, bahwa Allah tidak akan pernah 'iseng' dengan jalan hidup saya, bahwa dari semua yang saya alami, tidak akan ada yang sia-sia.

Lebaran kali ini, saya tetap kerja. Ambil libur gantian dengan temen2 yang orang tuanya ada di luar Padang. Agak sedih juga sih, karena mama, kakak dan adek saya pulang kampung (gak mungkin mereka gak mudik hanya karena nungguin saya libur pada h plus tiga). Untung ada papa. Jadilah kami lebaran berdua saja, plus tante dan om dan sepupu2 saya yang datang ke rumah.
Tadi pagi, saya liputan Sholat Ied di gubernuran. Karena kepentingan gambar (gambar paling bagus itu, saat imam takbir tujuh kali dan lima kali) maka saya tidak ikut sholat. Abis salam2an sama pak gub dan pak wako, saya ketemu seorang bapak, yg tadinya menjajakan koran untuk alas sholat. Ngobrol sebentar, saya terharu. Jauh2 datang dari Lubuk Alung, Alhamdulillah, dapat seratus ribu.
Abis itu, saya pulang dulu. Sungkem sama keluarga besar, dan tentu, makan ketupat.
And then, saya ke rumah sakit. Ngeliput mereka yang merayakan lebaran di sana karena sedang sakit atau merawat keluarga. Dada saya sesak, karena semua yang saya wawancara pasti menangis, bercerita tentang perasaan mereka merayakan hari kemenangan di rumah sakit.

Demikian laporan saya untuk hari ini, kita kembali ke studio