Pages

07 September 2008

Send-to-many Messages

Gak tau kenapa, belakangan jadi hari ngirim-sms-sent-to-many sedunia. Ada doa untuk melancar rezeki, ada doa keselamatan sampai ada ucapan 'kamulah teman terbaikku. Yang gak enak itu adalah ujungnya, yaitu : kirimkan lagi ke sepuluh orang atau kirimkan kepada semua teman-teman kamu. Dan bagian paling-paling gak enak itu adalah : kalau tidak, maka kamu akan sial, akan ada keberuntungan jika kamu mengirimkan, atau tunggu aja, kamu akan mendapat anugrah tak terkira dalam waktu dekat, atau lagi : jika aku temanmu maka kirimkan balik sms ini.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah melihat siapa pengirimnya. Setelah itu saya akan hapus sms tersebut. Setiap datang lagi, bahkan dengan berbagai versi, saya hapus lagi.
Bukannya saya pelit pulsa untuk mengirimkan lagi ke banyak orang, tapi percayalah itu pekerjaan sia-sia.

Oke, mari kita bahas satu persatu.
Ada sms tentang bagaimana hari kiamat akan datang, lalu kita diingatkan bahwa kita sudah harus kembali instrospeksi diri, beribadah dan jangan hanya memikirkan duniawi saja. Pesannya bagus.
Ingat pesan berantai tentang penjaga makam Rasulullah? Pesannya juga bagus tapi endingnya yang bikin saya jengah. Sebarkan pesan ini pada yang lain (masih bisa diterima, ini adalah syiar kebenaran), kalau tidak, lihat saja dalam waktu dekat akan ada kesialan atau bencana yang menimpa anda ( ini yang tidak bisa saya terima).
Lalu semua orang berbondong ke foto copi terdekat menggandakan pesan tersebut (dulu) atau segera isi pulsa sebanyak-banyaknya untuk mengirimkan lagi sms tersebut ke semua nomor di phonebook, bukan karena kiamatnya sudah dekat, bukan karena mimpi penjaga makam Rasul tapi karena takut kesialan akan menimpa.

Hellooo, apakah karena tidak mengirimkan sms itu kita akan sial, akan dapat bencana? Kita akan berdosa jika tidak menyuarakan kebenaran, itu benar. Tapi kita akan terhindar dari bencana karena mengirimkan kembali sms tersebut ke banyak orang. Saya bukan ustadzah, mualim atau pun hafidzah, tapi saya tahu pasti bahwa sikap seperti itu adalah bentuk lain dari syirik. Saya terbuka untuk diajak berdebat soal ini.

Kemudian, sms (atau email dan pesan di friendster) yang menyebutkan tentang teman adalah segalanya. Kirimkan sms ini ke seluruh teman yang kamu sayangi, lihat berapa yang dikirimkan kembali kepadamu, jika lebih dari sepuluh, maka berarti kamu adalah teman yang disayangi.
Saya tidak pernah menanggapi yang seperti ini.
Of course I love my friends, and with their own way I know they love me too.
Sahabat saya dari SMA dulu suka sekali dengan tetek bengek seperti ini, dan dia tidak pernah menerima kiriman sms balik dari saya, lalu tidak serta merta lantas dia berkesimpulan saya tidak menyayangi dia kan?
Cinta kasih dan kepedulian itu priceless, bukan seharga satu sms send-to-many, yang bahkan oleh operator seluler terkadang jadi gratis. Apa dengan mendapat satu sms berarti itu sudah mewakili rasa sayang? Atau kalau seseorang tidak membalas sms "hari persahabatan sedunia" saya berarti orang itu berhak saya benci karena berarti dia tidak sayang saya?

Yang paling miris adalah waktu peringatan hari ibu, ada email yang menceritakan bagaimana mengharukannya kasih seorang ibu, lalu diakhir email, ada pesan untuk mengirimkan email tersebut kepada orang lain. Sekali lagi, kalau pesan untuk menghargai ibu, itu sangat saya hargai. tapi embel-embel dibawah email : jika kamu mengirimkan ke sepuluh orang, kamu tidak sayang dengan ibumu, kalau seratus orang, kamu cukup sayang ibumu, kalau ke seribu orang berarti kamu sangat mencintai ibumu, dan kalau kamu mengabaikan pesan ini dan tidak memforwardnya, berarti kamu membenci ibumu.

Tebak yang saya lakukan, saya menghapus email tersebut dan tidak mengirimkannya kembali kesatu orang pun, lalu apa serta merta saya menjadi anak durhaka?