Pages

18 August 2008

Merdeka!



Trims untuk Sang Pengembara dari Utara dan rekan-rekan lain yang sudah mengajak mengibarkan bendera merah putih di internet, setidaknya membuktikan apa yang dikatakan opa-opa veteran tidak lah sepenuhnya benar.
Btw, beberapa hari terakhir saya meliput hal-hal yang berkaitan dengan hari kemerdekaan. Ketua Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Sumbar, bapak Djamaris Yunus bilang, perjuangan ingin bebas dari penjajahan dulu lebih dikarenakan keinginan untuk lebih sejahtera dan terlepas dari kebodohan. Nah, kalau sekarang, setelah 63 tahun Indonesia merdeka, masih ada yang harus berjuang mati-matian agar tetap makan dan tetap sekolah, berarti, rekan kita tersebut belumlah merdeka. Dan jelas, sebagai saudara sebangsa dan setanah air kita masih harus bergerak untuk mereka.

Beberapa hari yang lalu, saya juga mewawancara nelayan, pedagang kaki lima dan buruh, bertanya pada mereka, bagaimana mereka memandang kemerdekaan. Jawabannya memiriskan : bagaimana mau merdeka dek, buat nyari makan kami melaut, buat melaut butuh bahan bakar, mau beli bahan bakar, harganya mahal, terkadang langka. Kalaupun ada, kami gak boleh beli lebih banyak dari 10 liter. Apa itu yang disebut merdeka?
Saya hanya bisa terdiam ketika saya ditanya balik.

FYI, perayaan HUT RI di Kota Padang tidak begitu semarak. Libur agak panjang bikin banyak orang memilih berpiknik keluar kota. Ada juga sih beberapa perayaan yg diadakan di RT RW, tapi sebatas kegembiraan sorak sorai karena panjat pinang atau goyang dangdutan malam kesenian.

Btw, saya mendukung kebijakan Gubernur SUMBAR yang melarang pawai alegoris yang biasanya diadakan rutin setiap tahun, meski kebijakan ini prokontra. 

Mungkin, sudah saatnya kita tak lagi mementingkan sebuah seremonial. Termasuk pengibaran bendera merah putih tadi mungkin. Bisa jadi, bendera kita berkibar megah di depan rumah, tapi kita tak tau ada tetangga yang kelaparan. Atau kita jadi panitia peringatan HUT RI di komplek dan mengadakan malam kesenian, setelah itu acara diakhiri dengan mabuk2an bareng sebagai acara keakraban.

Mari berbuat lebih, untuk ulang tahun ibu pertiwi kali ini. Tak sekedar pengibaran bendera, tak hanya bikin gapura. Apa yang harus diperbuat, terserah anda. Anda adalah anak negeri yang pasti punya peran tersendiri. Kalau tidak, kita hanya akan jadi penumpang tak tahu diri dalam rumah yang bernama kemerdekaan ini, yang dulunya dibangun dengan darah dan airmata.

Merdeka!