Pages

31 August 2008

MaRHaBaN Yaa RaMaDHan!!!

Alhamdulillah, dikasih panjang umur sama Allah, masih diizinkan mengecap nikmat Ramadhan. Walopun kali ini agak beda dari Ramadhan sebelumnya. Kerja di media, bikin saya gak punya hari libur, meski dulu waktu di radio juga kayak gini, tapi kali ini rasanya lebih gimanaa gitu. Yang kebayang adalah liputan berbuka, tarawih hingga sahur. Waaah, harus fit luar biasa nih.

Tadi pagi, saya menggantikan mama yg lagi sakit belanja dapur ke pasar. H minus satu Ramadhan, Pasar Raya Padang justru sepi. Saya liput sekalian. Ternyata keramaian terjadi di tempat-tempat yang sudah diduga, dimana lagi kalo bukan di tempat pemandian Lubuk Minturun (salah satu pemandian umum di Kota Padang).

Jadi heran. rasanya udah banyak buya dan ustadz ngasih tau tradisi balimau justru merusak awal Ramadhan itu sendiri. Mungkin mereka yang menghabiskan hari terakhir sebelum puasa di tempat rekreasi harus punya alasan khusus, selain memanfaatkan momen mandi bareng, biar gak dianggap 'bikin dosa' sebelum puasa.

Seperti kebiasaan di keluarga saya, mungkin.
Tau yang namanya bunga rampai? Yang terdiri dari aneka bunga beraroma wangi, yang biasanya digunakan untuk balimau ( disiramin ke kepala). Meski tidak substantif dengan penyucian diri menyambut Ramadhan, Mama saya yang bijaksana memadukan unsur tradisional menjadi kebiasaan penuh makna. Bunga rampai jadi benda wajib di keluarga saya setiap jelang Ramadhan. Sesuatu yang mungkin "tidak substantif", jadi penuh makna.
Kami tentu harus saling bermaaf-maafkan. Anak harus minta maaf pada orang tua, adik pada kakak. Dengan media bunga rampai, kami menunjukkan rasa sayang dan pemaafan masing-masing. Yaitu dengan saling mengusap rambut anggota keluarga yang lain (ya dengan bunga rampai tadi), dan tentu sembari meminta maaf. Jika saya lagi musuhan dengan kakak saya, maka mau tidak mau kami akan berdamai karena gak mungkin mengusap rambut dengan cemberut dan tanpa rasa sayang.

Eniwei, saya sadar, saya tak luput dari kesalahan. Saking banyaknya kesalahan saya, rasanya tak cukup ditebus dengan ngirim SMS puitis sembari di selipin kalimat mohon maaf lahir batin ya.
Bukan berarti saya gak pengen sungkem dengan semua orang di awal Ramadhan kali ini, tapi rasanya itu semua akan lebih berarti ketika saya dengan segenap kesadaran penuh berusaha berhati-hati dalam setiap tindak tanduk, berjanji gak akan nyakitin orang, berusaha gak punya musuh dan akan mempertimbangkan setiap langkah.

Selamat menunaikan ibadah puasa ya. Saya, Ade Alifya, mohon maaf lahir dan batin!!!

Cheers