Pages

10 August 2008

Baju Koruptor

Saya bergidik lihat cara kerja KPK belakangan. Keren banget. Satu persatu kasus korupsi terungkap, nama-nama yang tidak disangka-sangka mulai terdengar. Tertangkap tangan, penyadapan. Wah, pokoknya luar biasa. Pemberantasan korupsi di Hongkong yang hanya memakan waktu selama 3 tahun mulai terbayang.
Tapi ketika kita dihebohkan dengan baju koruptor, saya jadi miris.

Haha, kembali sebuah simbol lebih penting dari substansi. Lagi, pemikiran posmodernism salah kaprah kembali diaplikasikan dalam negara ini.

Dengan alasan ingin memberi efek jera pada koruptor, dengan dasar ingin mencabut keistimewaan yang didapat koruptor dari setiap persidangan hingga masa di tahanan dan penjara, sebuah baju koruptor dirancang, dan bahkan, para disainer berlomba-lomba merancang baju tersebut, yang katanya bukti kegeraman mereka terhadap para koruptor.

Saya berpikir, bukankah dengan demikian, para koruptor ini jadi semakin diistimewakan? Sidang dengan baju khusus? Rancangan disainer pula.

Apa tidak lebih baik efek jera dibuat dengan cara menghukum koruptor lebih berat dari sekedar hukuman maling ayam, semakin banyak negara dirugikan, semakin lama pula hukumannya, kalau perlu, beri hukuman sosial, menyapu jalan sambil diborgol, atau lebih ekstrim lagi, hukum potong tangan.
Bukankah dengan banyaknya pemberitaan di media, sudah mempublikasikan bahwa mereka koruptor, apa perlu dipakaikan lagi baju yang bertuliskan : saya koruptor loh!
Kalau rencana ini direalisasikan, berarti ada proyek pengadaan dong. Pakai uang siapa? APBN tentu. Bahannya? Oh, harus 100 cotton, biar nyaman dikenakan, dan menyerap keringat, karena kursi pesakitan itu agak sedikit menggerahkan. Rancangan desainer dengan model khusus, tidak bisa dibeli ditempat lain kecuali dipesan khusus.

HAHAHA, INI NEGERI SIMBOL, BUNG!!!!