Pages

07 June 2008

Musim yang entah

Maaf, lama tak singgah. Multiply-ku lebih menggoda, lebih banyak warna, lebih populis, lebih girly dan lebih guweh banget, Hahaha.

Lama tak berkabar. Sebuah nama perusahaan media elektronik lokal ku panggul kemana pergi. Bukan radio seperti dulu, ini lebih 'serius', lebih menguras energi dan lebih ber-efek untuk orang banyak.
Ini termasuk dalam jajaran pekerjaan idaman. Being a journalist. 
Tapi ketika ideologi terkadang diremehkan, rimba Jambi, pedalaman Kalimantan 
atau bekas tsunami Aceh kembali membayang.

Entah, belakangan aku merasa semakin berwarna, semakin membiru.
Tapi terkadang juga merasa semakin tak jelas warnanya.
Teman-teman diskusi absurd hilang satu persatu. Butuh waktu sedikit lebih lama kali ini untuk mencerna.
Hanya saja, Alhamdulillah, Terimakasih Tuhan, untuk solliloquy yang tak lelah bekerja ini.

Ada rutinitas yang hilang. Rak buku masih setia dijambangi, tapi mereka tertumpuk di sudut bantal, menunggu sempat untuk dijamah. Bayangkan, ada yang sudah 2 bulan dibeli, belum dibuka segelnya sampai sekarang.
Capek? Iya. Mengeluh? Tidak. Ini semua menyenangkan, meski banyak yang mengganjal.

Ingin bertahan di sini, ingin juga sekolah lagi, ingin kembali jadi diri sendiri, ingin...
Ah fitrah manusia, banyak ingin.
Im jus a human being!!!