Pages

15 June 2008

A goodbye note for friends of mine

Satu persatu sahabat pergi, dan takkan pernah kembali
(Iwan Fals)
Ibarat ada siang dan ada malam, begitu juga dengan pertemuan. Pasti ada perpisahan. Teman yang dulu menuntut ilmu di kota ini, harus meninggalkan dunia nyamannya, beranjak hadapi dunia real, kemanapun itu.
Satu persatu sahabat pergi, mungkin tidak akan kembali. Kecuali ada kesempatan untuk bersinggungan takdir, atau nanti, pada suatu ketika, kami akan menyingsingkan sedikit waktu, rehat dari rutinitas, untuk saling mengunjungi, menyambung silaturrahim dan berbagi cerita yang tak sempat dibagi.
enulis postingan ini, seorang teman, yg menyebalkan tapi selalu siap jadi tempat curhat saya, sedang berada dalam perjalanan menuju kota di provinsi tetangga. Saya ingin mengantarkannya sampai ke travel, tapi saya yakin, saya masih cengeng menghadapi perpisahan. 
Ah, terlalu banyak serpihan cerita yang mereka bawa ke tempat mereka berjuang untuk masa depan. Bandung, Jakarta, Bogor, Jambi, Batam, Pekanbaru, mention it!!! Mereka membawa cerita tentang kami, tentang kota ini, tentang setiap jejak langkah yang masih saya hitung hingga saat ini.
Kota ini mungkin tidak menjanjikan. Atau teman saya telah bosan dengan rutinitas di tiap jengkal kota yang telah kami jejaki. Atau kemudaan mereka 'tergiur' dengan tantangan di tempat lain. Atau, ah terlalu banyak perkiraan. Saya yakin, mereka adalah orang-orang dengan pertimbangan matang.
Apapun teman, selamat berjuang!!
Kecengengan saya dititikberatkan keegoisan karena ingin selalu dikelilingi kalian semua, sebagai tempat labuhan kelelahan rutinitas hari. 
Sukses untuk kita semua. Aaamiinn...