Pages

09 May 2008

DaeRaH WaJiB SeNYuM

Ngobrol-ngobrol sama pimpinan wilayah sebuah bank yang menaungi empat provinsi, saya jadi gak habis pikir. Bapak itu bilang, yang paling sulit dia terapkan pada karyawannya untuk memberikan layanan prima adalah tersenyum.

Yap, benar. Tersenyum. Diulang dengan huruf besar biar dramatis : TERSENYUM.

Wah, kok bisa ya? Apa susahnya sih tersenyum pada orang yang berinteraksi dengan kita? Bahkan, pimpinan tadi terpaksa mendiklat karyawannya di setiap akhir pekan, mengajarkan cara untuk tersenyum. Ya ampuuun, buat tersenyum aja ada diklat khusus?

Lalu, saya merefleksikannya pada diri sendiri. Apa saya sudah tersenyum pada setiap orang yang berinteraksi dengan saya?

Sopir angkot? Satpam kantor? Kurir paket? Tetangga ? Kenalan lama yang ketemu di jalan, PRT rumah temen yang menyuguhi minum, mas-mas bakso,waaaah, banyak sekali.

Pantas rasanya, sebuah bank terkenal mendiklat khusus karyawannya untuk tersenyum.
Simpel, tapi bermakna. Apa sih sulitnya, menarik bibir beberapa sentimeter ke samping, mungkin perlu perlihatkan sedikit gigi, keluarkan sedikit sapaan, dan lihat apa dampaknya.

Ayo, kita tersenyum!
Jadikan wilayah-wilayah publik sebagai daerah wajib senyum. Rumah sakit, bank, terminal, pertokoan, kantor Samsat, tempat wisata, kantor dan bahkan matahari pagi!!!

Yup, mulai aktivitas pagi dengan tersenyum dan bersenandung : Kau cantik hari ini, dan aku suka!!! Hehehe


3 comments:

  1. Yup, bener sekali.. simple tapi bermakna, apa si susahnya??
    kalo bisa, cemberut ntu kalo lagi sendiri aja..

    [gimana senyum saia?]

    ReplyDelete
  2. kami menulis buku "Spiritual Quantum Smile"
    •kami membentuk komunitas tersenyum diyogya
    •kami penggerak masyarakat tersenyum
    •kapan kami memaksimalkan potensi senyum ditempat Bpk/ibu


    Fungsi senyum di hotel
    •Menciptakan Suasana Harmoni
    •Menciptakan Suasana Penuh dengan cinta
    •Menciptakan ide-ide kreatif
    •Menciptakan Semua karyawan untuk bekerja dengan hati
    •Menciptakan budaya senyum, salam, sapa, silaturahmi dan sedekah
    •Memunculkan wangi bunga diri setiap karyawan
    •Menjadikan karyawan Pribadi yang sehat
    •Menjadikan karyawan Pribadi yang penuh harapan

    TERSENYUM
    Semua orang bisa tersenyum tulus, namun apakah tersenyum tulus bisa dibiasakan setiap orang


    SPIRITUAL QUANTUM SMILE

    Bagi para pembaca yang ingin menjadi pribadi murah senyum, siap meningkatkan pengetahuan tentang Quantum Smile serta mengasah ketrampilan diri untuk tersenyum secara Spiritual Quantum Smile, dapat menghubungi kami

    Perumahan Mutiara Asri No B-3
    Belakang Kecematan Banguntapan, Yogyakarta
    (0274) 6932552 / 0818260304

    biodata

    Pranowo, lahir di Jakarta. Suami dari Yusrin Arafah Zain dan ayah dari Alvarino Roihan Nurfikri Z. Menyelesaikan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Fakultas Ekonomi Manajemen
    Sejak lulus kuliah pergi ke Jakarta untuk bekerja diperusahaan farmasi. Dalam perjalanan hidupnya harus pindah ke Yogyakarta dan meninggalkan pekerjaan dari Jakarta. Semenjak tinggal di Yogyakarta, menulis buku “30 hari anak bisa membaca jilid 1,2,3” bersama Muhidin Isma Almatin dan sering menulis berbagai tulisan, penceramah, mengikuti beragam kajian keilmuan serta menjadi narasumber seminar parenting, SDM dan dunia anak.
    Pengalaman Training, diantaranya :
    - Pelatihan Skill Managerial untuk para manager Counter Handphone
    - Pelatihan service Excellent untuk driver Nyaman Travel, Warung Makan Pak Dullah, Warung Makan Pak Huh Hah, dan Warung makan sambal Mr Pedazzo
    - Pelatihan Motivasi dan etos kerja para Customer Service dari berbagai counter Handphone
    - Outbong Training untuk para Manajer Brothers
    - Pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship bagi mahasiswa dan freshgraduate
    - Pelatihan peningkatan skill Marketing untuk seluruh marketing Brothers
    - Forum Group Discussions (FGD)
    - Dan lain-lain
    Pengalaman Training yang cukup, telah membawa penulis pada suatu keinginan untuk mengerucutkan keilmuan menjadi penyebar Virus Senyum (pakar ilmu gelotolgy). Karena ia yakin dengan senyum akan membawa dampak langsung terhadap kecerdasan, kesehatan, psikologi, sosial dan spiritual


    "salam senyum"

    ReplyDelete
  3. waahh, trims mas. infonya berguna sekali, saya baru tau ada quantum smile. hehe

    ReplyDelete