Pages

04 December 2007

Catatan Perempuan Tentang Perempuan

Seorang perempuan hebat Indonesia (menurut aku nih) dalam artikelnya yg berjudul Erotomania yang pernah dimuat dalam majalah Men's Obsession memuji 2 buah lagu yang kata beliau, sangat mengena di hati. lagu tersebut adalah lagu Maroon 5 yg judulnya She Will Be  Loved  dan Lagu Madonna  yg judulnya What If Feels Like For A  Girl. Kata beliau lagi nih, kedua lagu tersebut mengakomodir perasaan perempuan, walaupun Maroon 5 berusaha menerjemahkan kebutuhan perempuan dari kacamata laki2 dan Madonna cenderung lebih garang mempertegas pentingnya pengakuan terhadap ekistensi perempuan.

Mengingat artikel tersebut, aku jadi membandingkan dgn lagu2 ciptaan musisi dalam negeri. Pilihan jatuh pada sebuah  lagu  Ada Band yg dijadiin OST iklan pembalut : Karena Wanita Ingin Dimengerti.
Judulnya sangat luar biasa, membuat aku dan kaum perempuan terenyuh.
Memang, perempuan ingin dimengerti bahwa kami memang berbeda dgn kaum laki2 tapi tidak untuk dibedakan, dimengerti bahwa jika kami diberi kesempatan yang sama, diizinkan terlibat dalam ranah publik tanpa beban budaya patriarki, maka perempuan mampu berbuat lebih untuk msa depan yg lebih baik.
Perempuan memang ingin dimengerti, bahwa tanpa mengabaikan fitrah, kami ingin mempertegas eksistensi kami sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran.
Kembali ke lagu Ada Band yg judulnya luar biasa tadi, hm.. kekecewaan terjadi begitu mendengar liriknya. Ternyata mereka sebagai musisi Indonesia masih belum cerdas menyikapi apa yang ingin dimengerti oleh kaum hawa. Perhatikan bagian2 lirik :
hadirkan pesona, kemuliaan bagi yg memandang
akulah pengagum ragamu
lindungi dari sengat yg menodai sucinya lahirmu
Kembali, perempuan dinilai dan diukur dari segi fisik, hanya sekedar seonggok daging yang berbentuk. Perempuan adalah keindahan, perhiasan, "limpapeh", makhluk lemah dan bla bla bla lainnya. Pada akhirnya pembahasan perempuan di tingkat intelektual pun tetap harus memperhatikan tubuhnya, sebuah materi yang membungkus esensi dan eksistensi perempuan. Misalnya defenisi biologis dimana permpuan mempunyai kemampuan untuk hamil karena itu perempuan keibuan, sensitif dan emosional, yang tidak mengizinkan perempuan berkiprah lebih karena sifat2 tadi menunjukkan bahwa perempuan itu : lemah, tidak tegas dan mengandalkan perasaan ketimbang logika.
Bukan salah Ada Band jika mereka ikut mempopulerkan stigma seperti itu. Budaya entertainment kita memang telah menciptakan iklim yang menjadikan perempuan sebagai objek. Aku teringat film2 Dono Kasino Indro ketika aku masih SD. Film itu benar2 ditunggu oleh penonton. Kelucuan yg dibuat oleh film yg berlabel untuk 13 tahun ke atas itu dengan berbagai judul bersumber dari bahasan yg sama : perempuan seksi dan masalah yg ditimbulkannya.
Kemudian lihat dunia pertelevisian kita saat ini. Eksplorasi atas tubuh perempuan terus dilakukan. Perempuan dianggap sebagai objek bahkan untuk hal2 yg tidak penting. Pernah liat sebuah iklan pompa air? Apa hubungannya perempuan seksi dgn baju kuyup dgn mesin pompa air yg lancar? Atau iklan handphone di media cetak. Photo seorang perempuan dgn ukuran bra 36 dan baju sedikit terbuka di bagian dada, dan sebuah handphone mungil tergantung disana. Berani taruhan, yg dilihat pertama pasti bukan handphonenya. Iklan balsem gosok dibintangi perempuan seksi yg mendesah2, iklan mie instant super pedas yg menganalogikan cabe dgn tubuh perempuan seksi. Mention it!!! Ada puluhan bahkan ratusan. belum lagi sinetron dan opera sabun.
Lalu salah siapa ini semua? Tidakkah perempuan ikut membangun budaya itu? Perempuan juga lah yg mengizinkan orang lain untuk menilainya hanya sebagai seonggok daging yg berbentuk. Perempuanlah yg berlomba untuk memperbaiki fisik dari hari ke hari tanpa pernah mendandani jiwa.
Ini menggelisahkan karena semua orang terkontaminasi bahkan seorang gadis lucu berumur 10 tahun yg minta tolong sama mamanya untuk mencukur alis karena alisnya tidak sebagus sang kakak (yg punya alis semut beriring dgn bulu mata keriting seperti dessi bebek hasil metamorfosanya di salon)
Ini mengkhawatirkan. Jelas benar2 mengkhawatirkan. Karena aku pun takut terkontaminasi !!!
Dan catatan ini takkan pernah selesai.