Pages

10 November 2007

Love Will Show You Every Thing*

(* Judul lagu Jennifer Love Hewitt)


Today is so complicated and colorful. Pagi2 subuh buta dapet telpon dari temen lama yg udah nemuin masa depan di kota lain, ngeladenin obrolan ngalor ngidul dia dengan setengah hati (aku baru tidur jam 2 dini hari, U know), tp itu semua hanya pembukaan basa basi yg nggak penting. Inti telpon dia subuh itu adalah, hari ini, perempuan cinta pertama dia bakal nikah, dan dia gak rela.
Aku speechless. Gak ada yg bisa dia lakukan lg bukan? Ato kita jadiin ini sinetron, dia akan segera cari pesawat paling pagi, terbang ke tempat tuh cewek dan segera melarikan diri berdua, hidup jauh dari keluarga dan bahagia selamanya. Haha, dia jg gak berani. Ada nilai, norma, adat dan bla bla bla lain. “ gw gak secinta mati itu untuk ngelakuin semua kegilaan yg lu saranin”
Ketika kukatakan, so let it be. Dia jg gak bisa. Katanya, dia jauh2 kerja buat mempersiapkan masa depan dia dan cewek itu. Lalu apa?
Akhirnya pembicaraan pagi tadi berakhir dengan buntu. Sabar ya, jodoh gak kemana (haha saran klasik, padahal itu juga gak mempan)
 
Sore2 saat latihan teater, ngebahas rame2 hubungan salah seorang anak teater (mudah2an dia gak ngebaca ini blog ya). Ceweknya yg pingsan dan dirawat di rumah sakit dan nyaris ‘gila’ gara2 dia putusin dengan alasan simpel, “udah gak ada rasa lg”
Tp dia jelas merasa bersalah, saran untuk balik lagi juga ga bisa dipake karena itu bakal memperkeruh. So, tak ada yg bisa dilakukan lg bukan? Hanya berdoa, semoga saja waktu bisa menyembuhkan. Tapi semuanya menyangsikan (termasuk aku) :
Benarkah waktu bisa menyembuhkan ?

Malam jam 9 lewat dikit, dapat sms dari seorang abang, yg nanyain : apa yg menandakan bahwa itu cinta?

Apa ya? Perasaan yg beda dari biasanya? Atau sebuah kenyamanan? Atau…
Tak usah dibahasakan, gak usah didefenisikan karena kahlil bilang : cinta itu cukup untuk cinta. Karena klo dibahasakan, jadi sempit, tidak terwakili dan bias, ambigu, intertekstual dan relatif.

Duh, akhirnya kuputuskan untuk memuarakan kerumitan hari ini. Aku mesti nulisin itu semua. Tak bisa berpuisi lagi, karena kepujanggaanku yg tak seberapa itu sangatlah tidak jenius mengurai ini semua. Apalagi cerpen dan novel. Nulis di blog jadi alternatif trakhir.

Apa bukti cinta itu ada dan hebat? Jangan beri jawaban luas dulu : kita ada karena cinta, atau dunia ada karena cinta. Kita bicara secuil cinta yang berasal dari hormon dulu :
Tau kenapa dinasti romawi hancur? Tau apa alasan tajmahal dibangun semegah itu? Tau kenapa john lennon bikin lagu begitu touching dan tidak terlupakan sepanjang masa? Tau kenapa kahlil gibran begitu melegenda? Tau kenapa industri lagu, film dan penerbitan begitu maju ?
 
Siapa sih yg bisa memungkiri kalo hormon udah bicara. Silakan bicarakan dari segi kimiawi, dimana pada saat itu seluruh proses kimiawi tubuh menjadi berbeda. Atau bilogis? Jantung yg memompa darah lebih cepat padahal kita sedang tidak berolahraga, perasaan nyaman yg gak tau bersumber dr mana padahal kita tidak sedang mengkonsumsi heroin. Atau dari sisi psikolog, tiba2 semua jadi blur, mata dan hati hanya tertuju padanya, semua menjadi tidak begitu penting lagi kecuali dia?
(Bahkan aku yg mencoba mendefenisikan dari luar kotakpun jadi tidak begitu bebas nilai. Aku pernah jatuh cinta jg ternyata. Haha)
Bagaimana dengan kehilangan, putus cinta dan patah hati : habil dan kabil, tangkuban perahu (legendanya), glen fredly jaman dulu, bunuh diri?, aku, dan yah… romeo Juliet, titanic, haha
I cant describe as well as if some one feel it. Pokoknya efeknya juga hebat. Orang jadi bodoh, pemurung, depresi, bahkan gila. Tapi bisa jadi berubah ke arah yg baik. Intinya, kita berubah, tak lagi diri kita yg dulu.

Buat semua orang yg sedang disentuh cinta ( jatuh cinta atau sebaliknya) (termasuk aku yak?) :
Nikmati saja. Inilah warna hidup bukan? Biarkan ia masuk jika ia mengetuk. Don't, be afraid to let it show. Sadari bahwa kita ternyata tidak begitu maruk untuk tetap mencintai diri sendiri sedemikian rupa, ternyata masih ada ruang untuk hal2 di luar kita. Take this gift and don’t ask why.
Juga nikmati semua sakit, bahwa ternyata kita pernah bahagia dan ini lah kebalikannya. Jika begitu sakit dan tak tertahankan, berarti sebelum ini, kita juga begitu bahagia dan tidak terdefenisikan bahkan mungkin tidak disadari.
Percayalah ini semua proses, dan jika kita adalah orang2 terpilih yg bisa mengambil hikmah maka pribadi kita akan semakin kaya dan tak pernah lagi sama. Bahkan ketika depresi hebat melanda, percayalah bahwa kita selalu punya tempat dalam hati seseorang yg mungkin belum kita temukan.
Bagi dunia, kita mungkin hanya seseorang, tapi bagi seseorang kita adalah dunianya. Tidakkah itu menginspirasi hidup?