Pages

23 November 2007

LiST PeNTiNG YaNG (MuNGKiN) TiDaK PeNTiNG

Ketika lahir, kamu menangis dan dunia bergembira. Maka, jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga ketika kamu mati, dunia bersedih dan kamu berbahagia

(pepatah tua Sansakerta)


Aku punya kebiasaan aneh dari dulu yang tidak dipublikasikan. Membuat berbagai list, daftar-daftar yang kemudian dijadiin patokan untuk berbuat lebih lanjut. List tersebut -dari yang paling penting sampai yang gak banget- kutulis di sebuah buku cukup tebal dan hanya aku yang boleh baca. Semakin hari list tersebut bertambah, baik dari segi isi list maupun jenis list yang baru.

Mau tau ? diantaranya ada list benda2 favorit sepanjang masa, list kemampuan yang aku pengen, list tempat paling asyik, list kenangan2 paling berkesan, list apa2 aja yang harus aku lakukan selama menjalani hidup sampai list siapa aja yang bakal datang dan nangis ke pemakamanku nanti kalo aku udah meninggal.

Yang terakhir merupakan yang paling favorit.

Di urutan teratas dalam list tersebut, ada nama2 ( di luar keluarga tercinta) yang kuramalkan bakal ikut ngangkat kerandaku menuju peristirahatan terakhir.

Jangan kaget, shock atau takut dan cemas ngeliat aku bikin list ini. Gak ada rencana untuk bunuh diri kok (hidup ini indah bukan, dan karena masih pengen menambah panjang list ini), kalau inginnya sih, hidup seribu tahun lagi (kayak iklan pelestarian makhluk langka ya hee). Tapi siapa yg tau soal maut kan? Ga kayak kelahiran yg ada tanda2nya. List ini kubuat untuk mengingatkan diriku sendiri betapa pentingnya kehadiran orang lain buat hidupku.

I’m a selfish girl, egosentris, narsis (yg tidak berorientasi fisik loh), keras kepala, mau menang sendiri dan ribuan sifat buruk lain yg masih berpusat pada betapa aku mencintai diriku dengan teramat sangat. List inilah yang mengingatkanku, ngasih early warning bahwa, kita ada dan hebat karena situasi dan orang2 di sekitar kita memberikan kesempatan untuk itu. List ini kubuat karena gak pengen jadi orang yg gak tahu diri, tdk tahu berterima kasih, dan tidak memberi makna. Tentu dengan kepercayaan penuh, bahwa mereka (orang2 dlm list ini) sengaja ‘dipinjam’ Tuhan, untuk membentuk ade yg sekarang.

Lewat list ini aku pengen berterimakasih (secara tdk langsung) karena melalui interaksi bersama mereka, kompleksitas terbangun dalam hidupku yg entah akan berakhir dimana dan kapan. Tentunya dengan harapan, list ini akan bertambah panjang seiring aku yg selalu ingin bertemu org2 baru, dari tidak tau menjadi kenal, saling menyapa, saling bertukar kabar, menghabiskan sejumput waktu, mungkin berbincang tentang cuaca dan tren rambut, atau diskusi tentang film baru yg kalah meaning dg film lama, atau hanya menghabiskan sore dgn bergunjing lalu berapologi kita tdk berdosa karena hanya membahas psikologi. atau bertukar cerita tentang hati dan menyelami rahasia cinta, mungkin juga duduk2 bodoh di beranda lalu saling mengolok. Mungkin juga bertemu di angkutan umum, menyapa dan bertukar senyum, atau ah, begitu banyak… dan aku sadar aku memang makhluk sosial, yg tidak bisa sendiri.

Lalu kenapa harus ketika meninggal? Jawabannya entah. rasanya, itulah gerbang atau malah muara dari semuanya. Bahwa ketika kita meninggal, segalanya jd tak penting lagi. yg dipunya oleh orang2 terdekat kita hanyalah kenangan yg entah akan bertahan sampai kapan. Ketika seseorang mati, rasanya semua keburukan yg ia punya menjadi nihil dan yg tersisa hanyalah semua yg baik dan indah, even dia seorang bandit masyarakat. Mungkin saja, kita yg mati, sempat melihat sebentar seberapa penting dan punya tempat-nya kita di hati banyak orang dan mungkin saja itu memberikan kelegaan tersendiri (pun entah, soalnya aku belum pernah mati). Dlm Islam pun dikatakan, siksa kubur akan dihilangkan jika yg menyolatkan seorang yg mati lebih dari 40 org (mohon konfirm dgn hadis ato ayat yg tepat). 40 orang? Apakah itu jumlah yg banyak? Atau sedikit? Tapi apalah arti kuantitas, jika sehari sesudah itu life goes on : you mean nothing.

Siapa sih yg tidak ingin dikenang dengan mata berkaca2 setelah ketiadaannya, sebagai sebuah keindahan, suatu kebaikan, dan bahkan mungkin tidak tergantikan.

Isi list ini mungkin tidak sepenuhnya terbukti nantinya. Orang2 yg kuanggap akan berduka mungkin nanti ketika masa ku datang mungkin justru akan merasa baik2 saja, tp itu bukan masalah, karena akulah yg akan mengenang mereka sebagai sebuah keindahan jika masa mereka lebih dulu datang.

Untuk kamu, yah kamu yg sedang membaca postingan ini, jika kamu pernah mengenal seorang Ade Alifya, pernah berinteraksi dengannya, dlm kesempatan, situasi dan kondisi apapun, aku ingin mengucapkan terima kasih, benar2 berterima kasih. Percayalah kamu berarti dan memberi arti. Namamu ada dalam list penting itu, berharap aku tidak terlalu GR karena memasukkan namamu ke dalamnya, dgn harapan, suatu saat nanti yg entah, dalam rutinitas harimu, kamu sempatkan hadir jika kabar datang, mengantarku ke peraduan terakhir dimana semua keakuanku akan hilang. Dan untuk terakhir kalinya, kumohonkan, kirimkan doa sembari mengenang interaksi kita sebagai sesuatu yg indah, karena aku juga akan melakukan hal yg sama.