Pages

12 July 2007

Prasangka Buruk Yang Tak Bergizi


Sesuatu yang asing dan misterius punya daya tarik tingkat tinggi dan mungkin mbikin orang penasaran. Banyak orang yang menyelidiki ada gak sih kehidupan di planet lain selain bumi, ada juga yang tertarik dengan misteri segitiga bermuda. Ada juga orang yang pengen menemukan kebenaran pesawat Adam Air, kenapa Lumpur Lapindo bisa bocor, kemana perginya si hiu putih atau kehidupan dinosaurus…
Dan lain-lain dan lain-lain sebagainya.

So Do I
Ketertarikan itu yg saat ini kukerjakan.
Lembaga Pemasyarakatan (LP), rumah tahanan, penjara, bui, hotel prodeo, kandang situmbin….
asing, misterius (terlihat dari luar) dan terkurung.
Ketertarikan itu memunculkan niat untuk mendalami, ingin tahu banyak, melihat prosesnya dan mungkin berinteraksi dengan mereka. Hal yang sama mungkin juga dirasakan oleh kawan2 yang punya kajian tentang masyarakat terasing nan primitif. Sekian lama diundur karena aku merasa belum yakin. 

Akhirnya kesiapan harus segera ada walaupun prematur. Jadilah kunjungan ke LP jadi rutinitas baru yang menguras energi justru pada saat belum dilaksanakan.
Melangkah kesana dengan banyak pertimbangan.
Duh, aman gak ya ?
Ya ampun, pasti serem !!
Um, besok aja kali ya ?
Deg-degan nya itu loh, dipicu gambaran kejahatan dan kriminalitas. Di sana ada pembunuh loh, ada pemerkosa juga, nanti bakal ngewawancara bandar narkoba, ato bakal ketemu tukang aniaya….
Uh…ngabisin energi banget.

Ternyata sodara-sodara……………..
PRASANGKA BURUK ITU TIDAK BERGIZI SAMA SEKALI.
Gak ada gunanya… 

Hari demi hari, interaksi dengan mereka lancar, akrab dan menambah rasa syukur. Gimana gak bersyukur kalo kamu abis ketemu terpidana mati kasus pembunuhan yang kelangsungan hidupnya tergantung Peninjauan  Kembali, sebuah proses yang dilakukan manusia. 
Melihat binar kerinduan dari mata seorang napi asal Aceh yang menjalani pidana 10 tahun karena kasus narkoba yang jarang banget dikunjungi keluarga dan kerinduan itu terungkit hanya karena ngobrolin lezatnya kopi Aceh yang disaring, dimakan barengan Timpan.

Mereka masih manusia…
Memang pernah salah, dan itu yang sedang ditebus.
Emang gak enak hidup di sana ( makanya, jadi orang lurus2 aja ya guys). Tapi di sana kadang kita jadi benar-benar tahu indahnya hidup, indahnya kemerdekaan, nikmatnya jalan kaki di bawah gerimis, kelayapan ke mana aja, bergelantungan di bis kampus… hehehe...

Maka, oleh karena itu, diriku menghimbau kepada dirimu sekalian, marilah kita bersyukur, nikmati hidup ini, dan hindari berprasangka buruk ( kayak ceramah agama ya )

Dont judge a book by its cover.
Sapa sih yang pertama kali  mencetuskan kalimat ini ?
Keren banget ternyata ya ?
:)
NB : kalo mau tau banyak tentang napi dan aktivitasnya di LP, silahkan kunjungi www.napi1708.blogspot.com