Pages

23 May 2007

Perasaan Sesak Yang Nyaman*


 * Buat Dree


And life goes on…

banyak yang tejadi dalam hidupku, bikin smuanya penuh warna, juga makna, bisa metik pelajaran jika aku mampu memaknai.

terlalu banyak.
sedih, senang, bahagia, terluka, jatuh cinta, patah hati, kebanggaan, diremehkan, diagung, disanjung, digunjing, dimaki, dicintai, mencintai, dikhianati, dibenci, punya arti, ga berharga…………

komplit, rumit tapi aku bersyukur dengan itu semua.

dan hidup tetap berjalan, terus berjalan, tak pernah rehat, walau sejenak. dan aku terus melangkah, terkadang dengan isak, mungkin dengan mata terpejam, pernah dengan dagu mendongak, atau dengan senyum, tulus, dari hati, untuk semua yang telah memberi warna.

juga untuk seseorang…
yang telah jadi masa lalu, ada yang tak sempat aku ucapkan : terima kasih telah mewarnai kanvasku.

banyak yang ingin kutanyakan, tapi takut mengusik, takut disalah-artikan. awalnya gamang, menyikapi ini semua. tapi yang aku yakini, malam yang paling pekat dan paling dingin justru pada saat sesaat menjelang fajar.
dan ternyata benar.

pada detik sebelum ku menulis posting ini, tak sengaja kutemukan lembaranmu. dengan nickname-khasmu, ada nama pemberianku juga. terima kasih. 
sepertinya kamu bahagia, punya dunia baru, punya "senyum hangat menyebalkan" yang baru. selamat.

setelah ini, kuartikan ketiaadaan sapamu sebagai hal yang berbeda. bahwa semua telah berubah, benar2 berubah, dan kamu telah menjelma menjadi sosok asing tak kukenali.
sekali lagi terima kasih. mengetahui bahwa kamu bahagia juga membuatku bahagia, sesak melihat tuturmu padanya seperti tuturmu padaku, tapi ini rasa sesak yang nyaman ternyata. 

Buat DREE, selamat tinggal. masing-masing kita telah menemukan dunia sendiri. tak searah, tak bersinggungan. 

duniaku, masih penuh warna, juga dengan cinta, jika kita sempat ketemu, ada sapa, lalu kamu bertanya, maka akan kujawab, dengan penuh binar, dengan senyum, bahwa aku sekarang bahagia. hal yang dulu sempat kuragu sejak kepergianmu.

salamku buat gadismu. ingin sekali kukatakan langsung kepadanya, bahwa ia cantik, dengan binar mata yang tak bisa diwujudkan dengan kata2, apalagi dengan goresan pensil gambarmu.

sesudah menulis ini, aku lega. benar2 plong. berharap suatu hari akan kamu baca.tanpa prasangka.