Pages

28 December 2007

Entah

Susah jadi orang susah.

Hee, maksudnya ga nahan liat yg gratis. Postingan ini di tulis jam 2 dini hari. Lagi nginap di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) trus ada yg bawa laptop wifi, segera ke hot spot yg dekat WC, haha, sekali lagi, dengan huruf besar biar dramatis, DEKAT WC. Dingin banget, maklum aja, kampus saya di daerah perbukitan. Tapi its okey, karena ini internet gratis.

Satu kemajuan dari gedung ini, selain segala kemundurannya. I mean, ini PKM Gitu Loh (haha, gitu lohnya itu loh, lah..)
Pusat Kegiatan Mahasiswa, tapi belakangan, setiap unit kegiatan mahasiswa (yg berkegiatan) jadi susah nyari tempat buat, ya berkegiatan itu tadi. Semua ruangan dijadiin kantor para petinggi rektorat yg katanya konsen ngurusin mahasiswa, tapi mereka malah tega ngeliat anak2 Pandekar latihan karate di panas terik ato liat anak teater latihan di koridor lalu lalang, anak vokal latian di bawah gerimis, ato anak tari latihan di kolam tengah PKM, salah langkah bisa jeduk dan geger otak ringan.

Ah, saya jd speechless. Masalahnya, saya gak punya gigi utk ngegigit, hee, untuk merubah keadaan ini.

Kenapa banyak UKM diam? Harusnya ini gedung mereka, bukan? Ato UKM bukan lagi singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa.

Saya jg pasrah saja lah. Ketika kekeluargaan teater dan UKS masih lekat dan tak kenal ruang dan waktu (dalam artian konotatif dan denotatif), saya anteng ajah.

Btw, dini hari di kampus abis latian teater dan "berantem" sama rekan sejawat lama yg makin lama makin aneh (ternyata kita perlu kenalan lagi, karena kamu sekarang begitu asing dan aneh).
Gak bisa tidur karena emang insomnia ditambah capek gak ketulungan dan badmood yg disebabkan ketidakjelasan segalanya : tidak jelas masalah hati, tidak jelas masalah kerjaan jangka panjang dan tidak jelas apa yg mbikin ini semua jadi tidak jelas.

Eh ya, idola saya, Benazir Bhutto meninggal. Saya berduka untuk itu. Postingan selanjutnya akan saya bahas tentang beliau.

Memang, dini hari yang entah.

20 December 2007

Tentang Idul Adha dan Pengorbanan

Kampus pada H minus 1 Idul Adha masih rame. Mungkin karena aktivitas perkuliahan tidak diliburkan. Gema Idul Adha memang tidak sehebat Idul Fitri. Bahkan ada anak muda yg tidak tau (dan tidak peduli) bilang bahwa seharusnya kita tidak perlu merayakan Idul Adha, kan itu lebarannya orang naik haji. Haha, ketauan banget waktu kecilnya gak ikut TPA.

Takbir telah bergema sehabis Maghrib.
Adalah aku dan seorang teman bernama Fajri, menghabiskan senja itu sambil menikmati masa2-pengangguran-setelah-wisuda dengan ngobrol ngalor ngidul dan terdampar di sebuah warung bakso di Pasar Baru. Mahasiswa Unand masih lalu lalang.

Sebuah keributan dari ruko di sebelah (yang adalah sebuah warnet) mengusik perhatian. semua orang terlihat tertarik dgn apa yg terjadi. Kami berdua tertawa2, dan membahas bahwa pada kejadian2 seperti ini, semua org kompak, punya satu titik perhatian, peduli. Kalau tidak salah dalam Ilmu Sosiologi interaksi semacam ini disebut kerumunan (crowd).
Aku dan Fajri masih belum menunjukkan minat dgn keributan di sebelah padahal semua orang, bahkan yg di jalanan telah membentuk sebuah kerumunan yg cukup besar sampe membuat kemacetan. Kami berdua baru tertarik ketika terdengar suara kaca pecah dan suara perempuan berteriak. Teriakannya berupa lafadz Al-Quran. "Ada mahasiswa kesurupan", begitu keterangan ibuk di kasir.

Kami segera bergabung dan merengsek ke barisan depan. Maka, si pembuat kerumunan terlihat. Seorang cewek
cukup cantik, berjilbab hitam bunga2, sedang berteriak2, mengucapkan banyak hal. Dia memandang sekeliling, matanya tajam. Tak ada yang berani mendekatinya. Semua orang terpaku di tempatnya, saling berbisik, tersenyum bahkan tertawa2. Dia semakin menggila saat ada cowok yang berusaha memegang tangannya. setelah itu dia kembali berceloteh, terduduk, masih dengan tatapan liar dan asing.

Ada yang aneh, benar2 ada yg aneh malam itu. Bukan, keanehan bukan pada cewek yg bisa dipastikan adalah mahasiswa Unand itu. Aku pernah beberapa kali melihat orang kesurupan, bahkan pernah lebih parah. Dan cewek itu (Aduhai, aku tidak mengenalnya apalagi mengetahui namanya) bukanlah termasuk kesurupan yg parah yg bisa mencelakai banyak orang. Dia hanya berdiri, berbicara di depan semua orang selayaknya berorasi.

Yang aneh adalah kerumunan itu. Mereka menikmati pemandangan yg sedang mereka lihat, seolah itu hiburan yg tidak biasa. Mereka, yah mereka hanya bisa berbisik, dan tertawa satu sama lain, seolah2 itu adalah topeng monyet dan si monyet sedang melakukan hal konyol.

Tidak ada yang menolong, bahkan berniat menolong. Tidak ada yg tergerak untuk membawa cewek itu ke tempat yg aman, tidak di jalanan, tidak di tonton banyak orang. Tidak ada yang bertanya dimana rumahnya. Semuanya, tukang ojek, sopir angkot, pemilik warung, mbak2 jilbab lebar, mahasiswa yg menenteng diktat, abang2 berkaca mata, ibuk2 menggendong anak, pasangan yg bergenggaman tangan, semuanya hanya menonton dan menikmati tontonan ini. Apa mereka masih akan menikmati ini jika yg di depan itu adalah adik, kakak, teman atau bahkan pacar mereka?

Akhirnya kami segera berlari ke mesjid yg terdekat, mencari Gharin (yg jaga mesjid) atau mungkin ustadz yg bisa saja ada di mesjid karena memang sdg takbiran. Kami pikir, hanya itu yg bisa kami lakukan untuk membantu.
Tapi kami ternyata sama seperti kerumunan itu, tidak bisa melakukan apa2, saat Gharin mesjid yg bersarung dan memakai kopiah haji itu hanya menanggapi laporan kami dgn dingin, dan bahkan menyuruh seorang tukang yg sedang memperbaiki lantai luar mesjid untuk melihat cewek yg kesurupan itu. Kami mendesaknya, dia menyebutkan sebuah nama yg katanya bisa menangani orang yg kesurupan, seolah2 kami mengenal semua penduduk pasar baru dan dgn mudah bisa mencari org yg dia maksud.
Benar2 tak ada yg bisa dilakukan. Aku dan Fajri pulang dgn berprasangka baik, bahwa pasti ada yg akan segera menolongnya, pasti bukan kami saja yg  'terusik'  dgn tontonan itu.

Menelusuri jalan pulang, takbir masih bergema di kejauhan. Seekor kucing kurus minum dari lubang di tengah jalan yg masih menyisakan air hujan. Dia minum dgn waspada walaupun jalanan cukup lengang. Sudah jam 21.30. Sebuah motor melaju, hampir saja menabraknya. Untunglah dia segera mengelak. Darahnya pasti tadi berhenti mengalir dan segera berkumpul di jantung. Dia hanya kucing yg ingin minum kemudian dimaki oleh pengendara motor. "Kuciang P****K"

Ah, Malam Idul Adha-ku kacau. Tak ada pengorbanan.
Oh ya, Selamat Idul Adha untuk semua.

16 December 2007

Si Kambing Jantan

http://radityadika.com
Menikmati kegoblokan sebagai sebuah anugrah terindah.
This site is very Goblok that must be browsed !!!

Catatan Perempuan Tentang Perempuan

Seorang perempuan hebat Indonesia (menurut aku nih) dalam artikelnya yg berjudul Erotomania yang pernah dimuat dalam majalah Men's Obsession memuji 2 buah lagu yang kata beliau, sangat mengena di hati. lagu tersebut adalah lagu Maroon 5 yg judulnya She Will Be Loved dan Lagu Madonna yg judulnya What If Feels Like For A Girl. Kata beliau lagi nih, kedua lagu tersebut mengakomodir perasaan perempuan, walaupun Maroon 5 berusaha menerjemahkan kebutuhan perempuan dari kacamata laki2 dan Madonna cenderung lebih garang mempertegas pentingnya pengakuan terhadap ekistensi perempuan.

Mengingat artikel tersebut, aku jadi membandingkan dgn lagu2 ciptaan musisi dalam negeri. Pilihan jatuh pada sebuah lagu Ada Band yg dijadiin OST iklan pembalut: Karena Wanita Ingin Dimengerti.

Judulnya sangat luar biasa, membuat aku dan kaum perempuan terenyuh.
Memang, perempuan ingin dimengerti bahwa kami memang berbeda dgn kaum laki2 tapi tidak untuk dibedakan, dimengerti bahwa jika kami diberi kesempatan yang sama, diizinkan terlibat dalam ranah publik tanpa beban budaya patriarki, maka perempuan mampu berbuat lebih untuk msa depan yg lebih baik.
Perempuan memang ingin dimengerti, bahwa tanpa mengabaikan fitrah, kami ingin mempertegas eksistensi kami sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran.
Kembali ke lagu Ada Band yg judulnya luar biasa tadi, hm.. kekecewaan terjadi begitu mendengar liriknya. Ternyata mereka sebagai musisi Indonesia masih belum cerdas menyikapi apa yang ingin dimengerti oleh kaum hawa. Perhatikan bagian2 lirik :

hadirkan pesona, kemuliaan bagi yg memandang
akulah pengagum ragamu
lindungi dari sengat dunia
yg menodai sucinya lahirmu
Kembali, perempuan dinilai dan diukur dari segi fisik, hanya sekedar seonggok daging yang berbentuk. Perempuan adalah keindahan, perhiasan, "limpapeh", makhluk lemah dan bla bla bla lainnya. Pada akhirnya pembahasan perempuan di tingkat intelektual pun tetap harus memperhatikan tubuhnya, sebuah materi yang membungkus esensi dan eksistensi perempuan. Misalnya defenisi biologis dimana permpuan mempunyai kemampuan untuk hamil karena itu perempuan keibuan, sensitif dan emosional, yang tidak mengizinkan perempuan berkiprah lebih karena sifat2 tadi menunjukkan bahwa perempuan itu : lemah, tidak tegas dan mengandalkan perasaan ketimbang logika.
Bukan salah Ada Band jika mereka ikut mempopulerkan stigma seperti itu. Budaya entertainment kita memang telah menciptakan iklim yang menjadikan perempuan sebagai objek. Aku teringat film2 Dono Kasino Indro ketika aku masih SD. Film itu benar2 ditunggu oleh penonton. Kelucuan yg dibuat oleh film yg berlabel untuk 13 tahun ke atas itu dengan berbagai judul bersumber dari bahasan yg sama : perempuan seksi dan masalah yg ditimbulkannya.
Kemudian lihat dunia pertelevisian kita saat ini. Eksplorasi atas tubuh perempuan terus dilakukan. Perempuan dianggap sebagai objek bahkan untuk hal2 yg tidak penting. Pernah liat sebuah iklan pompa air? Apa hubungannya perempuan seksi dgn baju kuyup dgn mesin pompa air yg lancar? Atau iklan handphone di media cetak. Photo seorang perempuan dgn ukuran bra 36 dan baju sedikit terbuka di bagian dada, dan sebuah handphone mungil tergantung disana. Berani taruhan, yg dilihat pertama pasti bukan handphonenya. Iklan balsem gosok dibintangi perempuan seksi yg mendesah2, iklan mie instant super pedas yg menganalogikan cabe dgn tubuh perempuan seksi. Mention it!!! Ada puluhan bahkan ratusan. belum lagi sinetron dan opera sabun.
Lalu salah siapa ini semua? Tidakkah perempuan ikut membangun budaya itu? Perempuan juga lah yg mengizinkan orang lain untuk menilainya hanya sebagai seonggok daging yg berbentuk. Perempuanlah yg berlomba untuk memperbaiki fisik dari hari ke hari tanpa pernah mendandani jiwa.
Ini menggelisahkan karena semua orang terkontaminasi bahkan seorang gadis lucu berumur 10 tahun yg minta tolong sama mamanya untuk mencukur alis karena alisnya tidak sebagus sang kakak (yg punya alis semut beriring dgn bulu mata keriting seperti dessi bebek hasil metamorfosanya di salon)
Ini mengkhawatirkan. Jelas benar2 mengkhawatirkan. Karena aku pun takut terkontaminasi !!!
Dan catatan ini takkan pernah selesai.

Kemah Bakti Mahasiswa : Antara Tradisi & Regulasi

Kemah Bakti Mahasiswa (selanjutnya disingkat KBM) merupakan salah satu dinamika kehidupan kampus yang terdiri dari rangkaian kegiatan outdoor yang dikoordinir oleh mahasiswa untuk mahasiswa. Tak jelas asal muasalnya kapan kegiatan ini pertama kali jadi bagian kehidupan kampus. UGM sebagai perguruan tinggi tertua di Indonesia telah akrab dengan acara ini pada pada tahun 1960-an. Awalnya acara ini dikemas sebagai acara ‘fun’ pelepas stress sesudah ujian akhir semester. Kemudian dalam perkembangannya ditambah dengan agenda turun ke masyarakat dalam rangka aplikasi ilmu, gotong royong bersama, pemberian sumbangan dan lain-lain. Karena itu namanya menjadi Kemah Bakti Mahasiswa.
Kemudian acara ini mengalami perkembangan. Tidak lagi di akhir semester tapi dilakukan di awal tahun ajaran baru. Kesibukan mahasiswa bertambah pada masa ini, tak hanya bayar SPP, mengurus Kartu Rencana Studi dan Kartu Hasil Studi serta mencari pembimbing akademik tapi juga mempersiapkan KBM bagi mahasiswa lama dan mempersiapkan diri untuk mengikuti KBM bagi mahasiswa baru. Tujuan acara ini pun mengalami perubahan yaitu sebagai pintu gerbang mahasiswa baru masuk kedalam pergaulan lingkungan jurusan dan menjadi anggota lembaga mahasiswa tingkat jurusan. Agenda acara diformat sedemikian rupa agar mahasiswa baru peserta KBM mengenal kehidupan kampus yang berbeda dengan lingkungan mereka sebelumnya yaitu lingkungan SMA. Panitia pelaksana mensosialisasikan kepada mahasiswa baru tentang pentingnya acara ini. Hal ini dilengkapai dengan janji-janji bahwa acara ini membawa dampak yang cukup signifikan dalam gerak, langkah, kreativitas, daya kritis, kepekaan sosial, dan sudut pandang mereka sebagai generasi intelektual. Panitia pun menambahkan apa akibatnya bagi anak baru jika tidak mengikuti acara ini yaitu tidak bisa bergabung dalam lembaga mahasiswa tingkat jurusan. Akibat lainnya adalah, adanya semacam sanksi sosial dalam pergaulan yang akan mereka terima jika mereka tidak mengikutinya (hal ini tentu saja disampaikan dengan ‘cara cerdas’) karena salah satu tujuan utama acara ini adalah keakraban dengan senior. Jika diperhatikan lagi sanksi sosial yang diberikan berupa pengucilan dari pergaulan tidak akan sama dampaknya pada setiap mahasiswa baru yang tidak ikut KBM. Ada individu yang tidak mengikuti KBM, pada awalnya memang mendapat perlakuan pengucilan dari mahasiswa jurusannya. Tetapi karena ia tipe pribadi yang ramah, supel dan pintar membawakan diri, akhirnya eksistensinya pun diakui di kalangan mahasiswa lain, apalagi jika ia mahasiswa pintar yang senang membagi ilmu pada orang lain dengan sering berdiskusi. Tetapi ada juga mahasiswa yang mengikuti KBM, tetapi dalam kesehariannya hanya mengenal ruang kuliah dan tempat kos, bahkan sampai ia diwisuda yang mengenalnya hanyalah teman seangkatannya. Jadi KBM jelas bukanlah satu-satunya cara untuk membina hubungan akrab dan harmonis antara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru.
Dalam pelaksanaan KBM, ada satu program yang tak pernah luput diadakan tiap tahunnya. Perekrutan mahasiswa baru masuk ke dalam lembaga mahasiswa tingkat jurusan punya ritual khusus yang sudah dikemas sedemikian rupa. Bagian ini identik dengan jurit malam walaupun ada sebagian kecil jurusan yang tidak memasukkan acara jurit dalam ritualnya. Tetapi dengan beraneka ragam nama dan metode, acara jurit menjadi agenda utama. Pada bagian ini kekerasan dilegalkan, walaupun tidak dalam bentuk penyiksaan. Kekerasan yang berupa hardikan dan gertakan atau akting panitia dalam setiap penyelenggaraan KBM sebenarnya bertujuan mengingatkan dan menanamkan tanggung jawab terhadap tugas yang mereka emban sebagai anggota masyarakat nantinya. Dengan perumpamaan bahwa hidup di luar sana jauh lebih berat dari pada KBM, membuat push-up dan scot jump berkali-kali, merangkak di tanah, direndam di sungai dan dibentak-bentak menjadi kecil dan tak ada artinya. . Mahasiswa lama  berpendapat, tanpa mengikuti jurit, kualitas mahasiswa baru akan melempem. Tentu saja, kualitas yang dimaksud bukan kualitas berdasar pencapaian akademik, melainkan kualitas mental, nyali, dan kepekaan mahasiswa baru terhadap fenomena-fenomena sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang terjadi di sekitar mereka.
            Banyak yang bisa dibawa pulang begitu KBM selesai dilaksanakan. Bagi mahasiswa baru biasanya pulang dengan perasaan senang karena sudah dilantik sebagai bagian mahasiswa jurusannya, sebagian juga merasa mendapat ilmu yang tidak mereka dapatkan di bangku kuliah. Bagi mahasiswa lama ada kepuasan tersendiri jika berhasil melaksanakan KBM karena lembaga mahasiswa tingkat jurusan punya generasi baru untuk melanjutkan perjuangan mahasiswa tingkat jurusan, dan yang paling utama, mahasiswa lama punya kebanggan tersendiri karena telah berhasil melanjutkan tradisi. Tradisi. Ini yang menjadi alasan utama kenapa KBM dari tahun ke tahun tak pernah dihilangkan. Ini juga jadi alasan ampuh untuk mempertahankan konsep acara yang terkadang tidak sesuai lagi dengan konteks kekinian mahasiswa. Dan kata-kata tradisi juga yang menjadi tameng mahasiswa lama untuk menjurit mahasiswa baru. Benarkah karena kita mempertahankan tradisi ? Apakah  itu bukan pelampiasan dendam karena sebelumnya kita juga diperlakukan seperti itu oleh senior kita ? Ini yang perlu kita bahas kembali.
Dan untuk mempertahankan tradisi inilah, mahasiswa Unand tetap mengadakan KBM walaupun surat edaran Rektor No. 1099/XIV/UNAND-06 dikeluarkan tahun lalu. dan dipertegas oleh surat edaran dari Dekan dan Ketua Jurusan masing-masing. Dalam edaran tersebut disebutkan bahwa sesudah BAKTI Universitas dan BAKTI Fakultas (lebih dikenal dengan nama Student Day) tak ada lagi acara-acara yang diadakan ditingkat fakultas/jurusan yang dimaksudkan sebagai ajang penyambutan dan perekrutan mahasiswa baru. Larangan menggonggong KBM berlalu. Hampir semua jurusan tetap mengadakan kegiatan ini walaupun diakali sebisa mungkin. Seperti penggantian nama kegiatan. Misalnya menjadi latihan dasar alam yang lebih terdengar ramah dan ilmiah yang dalam agendanya dikaitkan dengan mata kuliah, seperti latihan dasar kepenulisan dan teater pada jurusan Sastra Indonesia. Penghilangan kata-kata kemah, kemping dan sebagainya dalam publikasi juga dilakukan serta penggantian format dalam proposal dimana dihilangkan agenda perekrutan dan penyambutan mahasiswa baru (walaupun mungkin di lapangan tetap dilaksanakan) serta mengagendakannya agak lama sesudah BAKTI agar tidak ada kesan penyambutan mahasiswa baru.
FISIP UNAND adalah salah satu fakultas yang mahasiswanya tetap mempertahankan tradisi KBM. Edaran rektor diperkuat oleh edaran Dekan FISIP juga peringatan langsung dari ketua jurusan dan kunjungan PD III ke kelas-kelas bahwa KBM adalah kegiatan ilegal dan mahasiswa lama maupun baru akan mendapat sanksi jika tetap bersikeras mengadakannya. Dari tahun lalu, pada saat-saat tersebut, keadaan langsung berubah ricuh. Beberapa orang panitia pelaksana mundur dari kepengurusan. Mahasiswa baru pun berpikir ulang untuk ikut, karena takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan tak ada yang akan bertanggung jawab walaupun panitia telah berusaha menjelaskan bahwa pada masa sebelumnya acara ini pernah juga tidak diperbolehkan tapi karena mahasiswa bersikeras ternyata tidak terjadi apa-apa dan ancaman sanksi yang akan dikeluarkan hanyalah gertak sambal. Beragam opini muncul antar mahasiswa FISIP. Tawaran penggantian format dari pihak dekanat bahwa acara ini diganti menjadi kemah keakraban seluruh civitas akademika FISIP ditepis oleh panitia karena mempertahankan sebuah tradisi yang dipercayai selama bertahun-tahun sebagai acara paling sakral.
Tahun lalu, ketiga jurusan di FISIP tetap mengadakan KBM pada waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda pada tanggal 1-3 Desember 2006. Sociology on Camp diadakan oleh Jurusan Sosiologi, Inisiasi diadakan oleh Jurusan Antropologi dan Pengkaderan oleh Jurusan Ilmu Politik. Walaupun satu jurusan segera ganti format sehari sebelum acara karena para senior mereka yang dulu juga pernah jadi panitia menyatakan tidak bisa mengikuti KBM kali ini dan tidak bisa mendukung panitia karena sepertinya kali ini dekanat tidak main-main dengan ancamannya, ketiga KBM ini terselenggara dengan sukses. Tetapi pasca KBM, suasana ‘gerah’ kembali terjadi di FISIP. Dekanat dan pihak jurusan akan mengumumkan sanksi akademik yang akan disahkan oleh rektor. Ada diantara panitia yang awalnya ‘lantang’ mulai ciut. Satu jurusan yang ganti format dan tidak menyertakan anak baru dalam acara mereka mungkin agak aman. Oknum mahasiswa mulai ‘menangguk di air keruh’ karena banyak ‘pahlawan kesiangan’ yang bermunculan. Satu jurusan yang aman mulai direcoki jurusan lain karena dinilai tidak solider dan kompak sesama FISIP. Panitia jurusan tersebut ‘cuci tangan’ dengan menyalahkan para senior yang hanya memberi saran dan menyatakan ketidakbersediaannya mendukung acara tersebut jika format tidak diganti. Ini jelas bukanlah campur tangan senior, karena pemberian saran bukanlah intervensi. Panitia adalah orang-orang terpilih dengan kemampuan teruji yang punya kewenangan untuk membuat keputusan demi suksesnya acara. Jika panitia mendengarkan sebuah saran lalu membuat keputusan maka sejatinya itu keputusan panitia dan panitia bertanggung jawab untuk itu. saya perlu menekankan bahwa pada kasus kali ini justru mahasiswa FISIP baik yang lama maupun yang baru dari seluruh jurusan harus bersatu padu jika merasa KBM perlu dipertahankan.
Pada saat mahasiswa FISIP menunggu daftar nama-nama yang akan dijatuhkan sanksi akademik berupa skorsing dan pemotongan SKS, mahasiswa menyatakan akan melakukan aksi jika daftar itu dikeluarkan. Tetapi sepertinya pihak dekanat butuh banyak pertimbangan karena tiga minggu pasca KBM belum ada tindakan apapun. Nasib  mahasiswa FISIP diperkirakan akan aman seperti fakultas lain yang dua bulan lalu juga ‘membandel’ tetap mengadakan KBM tapi sampai sekarang tetap aman dari sanksi akademik baik dari jurusan, dekanat maupun rektor ? Apakah ini hanya gertak sambal seperti tahun-tahun sebelumnya ? Ataukah proses investigasi yang dilakukan butuh waktu agak lama ?
Beberapa mahasiswa menilai bahwa ini saatnya kewibawaan sebuah regulasi menyangkut kemahasiswaan dari pihak jurusan, dekanat bahkan rektorat diuji. Dan sekiranyalah panitia dan senior selaku mahasiswa lama kembali memikirkan pembelaan logis kenapa KBM ini perlu dipertahankan. Tidak hanya sebuah defense dengan alasan ini sudah jadi tradisi. Mari, kita pikirkan format terbaik karena dalam pencapaian sebuah tujuan, sah-sah saja jika dilakukan dengan metode yang berbeda. Tunjukkan bahwa kita kaum intelektual yang kritis dan cerdas, mengerti dan paham dengan apa yang kita kerjakan dan kenapa itu harus kita kerjakan. Mahasiswa perlu forum bersama untuk kembali berbagi pikiran tentang format terbaik. Dulu di jurusan Ilmu Politik  keinginan untuk mengubah format pernah dicanangkan tetapi gagal karena representasi mahasiswa yang hadir dalam forum membahas format tidak sebanyak ketika acara jurit di KBM diadakan. Ironi yang menyedihkan bukan ? Kita, mahasiswa yang mengaku sebagai kaum intelektual, justru berbondong-bondong dalam acara ‘push up-rendam-hardik-merayap’ bukan pada forum dimana kita berbicara secara intelek tentang format terbaik sebuah acara yang bernama KBM yang katanya bertujuan untuk ‘memahasiswakan mahasiswa’


13 December 2007

Looking for job or for future gate?

Dear, Habibi!
Kemaren berdesakkan di sebuah papan pengumuman sebuah lembaga negara, nyari namaku, ada gak ya di barisan nama yg lulus seleksi adminstrasi. Alhamdulillah, ada.
Antrian untuk jadi kuli republik emang gak ada sepinya. So do I.
So, hari sabtu besok ujian. My first Job test. doain aja!!
Aku iri sama kamu yg cepat dapat kerja, udah tanda tangan kontrak, di lembaga internasional pula, plus pekerjaan yg kuinginkan : terjun ke masyarakat.
Tapi aku juga bahagia, apalagi melihat kamu dengan pakaian kerjamu, look so glam!!
Selamat!!!
Aku jadi semangat untuk segera menghadapi dunia.



06 December 2007

Si Jenius Supernova

http://dee-idea.blogspot.com/
Masih berharap, suatu hari kami akan makan malam dan berbincang sebagai partner. Hm... Sounds cool, isn't it?

04 December 2007

Catatan Perempuan Tentang Perempuan

Seorang perempuan hebat Indonesia (menurut aku nih) dalam artikelnya yg berjudul Erotomania yang pernah dimuat dalam majalah Men's Obsession memuji 2 buah lagu yang kata beliau, sangat mengena di hati. lagu tersebut adalah lagu Maroon 5 yg judulnya She Will Be  Loved  dan Lagu Madonna  yg judulnya What If Feels Like For A  Girl. Kata beliau lagi nih, kedua lagu tersebut mengakomodir perasaan perempuan, walaupun Maroon 5 berusaha menerjemahkan kebutuhan perempuan dari kacamata laki2 dan Madonna cenderung lebih garang mempertegas pentingnya pengakuan terhadap ekistensi perempuan.

Mengingat artikel tersebut, aku jadi membandingkan dgn lagu2 ciptaan musisi dalam negeri. Pilihan jatuh pada sebuah  lagu  Ada Band yg dijadiin OST iklan pembalut : Karena Wanita Ingin Dimengerti.
Judulnya sangat luar biasa, membuat aku dan kaum perempuan terenyuh.
Memang, perempuan ingin dimengerti bahwa kami memang berbeda dgn kaum laki2 tapi tidak untuk dibedakan, dimengerti bahwa jika kami diberi kesempatan yang sama, diizinkan terlibat dalam ranah publik tanpa beban budaya patriarki, maka perempuan mampu berbuat lebih untuk msa depan yg lebih baik.
Perempuan memang ingin dimengerti, bahwa tanpa mengabaikan fitrah, kami ingin mempertegas eksistensi kami sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran.
Kembali ke lagu Ada Band yg judulnya luar biasa tadi, hm.. kekecewaan terjadi begitu mendengar liriknya. Ternyata mereka sebagai musisi Indonesia masih belum cerdas menyikapi apa yang ingin dimengerti oleh kaum hawa. Perhatikan bagian2 lirik :
hadirkan pesona, kemuliaan bagi yg memandang
akulah pengagum ragamu
lindungi dari sengat yg menodai sucinya lahirmu
Kembali, perempuan dinilai dan diukur dari segi fisik, hanya sekedar seonggok daging yang berbentuk. Perempuan adalah keindahan, perhiasan, "limpapeh", makhluk lemah dan bla bla bla lainnya. Pada akhirnya pembahasan perempuan di tingkat intelektual pun tetap harus memperhatikan tubuhnya, sebuah materi yang membungkus esensi dan eksistensi perempuan. Misalnya defenisi biologis dimana permpuan mempunyai kemampuan untuk hamil karena itu perempuan keibuan, sensitif dan emosional, yang tidak mengizinkan perempuan berkiprah lebih karena sifat2 tadi menunjukkan bahwa perempuan itu : lemah, tidak tegas dan mengandalkan perasaan ketimbang logika.
Bukan salah Ada Band jika mereka ikut mempopulerkan stigma seperti itu. Budaya entertainment kita memang telah menciptakan iklim yang menjadikan perempuan sebagai objek. Aku teringat film2 Dono Kasino Indro ketika aku masih SD. Film itu benar2 ditunggu oleh penonton. Kelucuan yg dibuat oleh film yg berlabel untuk 13 tahun ke atas itu dengan berbagai judul bersumber dari bahasan yg sama : perempuan seksi dan masalah yg ditimbulkannya.
Kemudian lihat dunia pertelevisian kita saat ini. Eksplorasi atas tubuh perempuan terus dilakukan. Perempuan dianggap sebagai objek bahkan untuk hal2 yg tidak penting. Pernah liat sebuah iklan pompa air? Apa hubungannya perempuan seksi dgn baju kuyup dgn mesin pompa air yg lancar? Atau iklan handphone di media cetak. Photo seorang perempuan dgn ukuran bra 36 dan baju sedikit terbuka di bagian dada, dan sebuah handphone mungil tergantung disana. Berani taruhan, yg dilihat pertama pasti bukan handphonenya. Iklan balsem gosok dibintangi perempuan seksi yg mendesah2, iklan mie instant super pedas yg menganalogikan cabe dgn tubuh perempuan seksi. Mention it!!! Ada puluhan bahkan ratusan. belum lagi sinetron dan opera sabun.
Lalu salah siapa ini semua? Tidakkah perempuan ikut membangun budaya itu? Perempuan juga lah yg mengizinkan orang lain untuk menilainya hanya sebagai seonggok daging yg berbentuk. Perempuanlah yg berlomba untuk memperbaiki fisik dari hari ke hari tanpa pernah mendandani jiwa.
Ini menggelisahkan karena semua orang terkontaminasi bahkan seorang gadis lucu berumur 10 tahun yg minta tolong sama mamanya untuk mencukur alis karena alisnya tidak sebagus sang kakak (yg punya alis semut beriring dgn bulu mata keriting seperti dessi bebek hasil metamorfosanya di salon)
Ini mengkhawatirkan. Jelas benar2 mengkhawatirkan. Karena aku pun takut terkontaminasi !!!
Dan catatan ini takkan pernah selesai.

29 November 2007

Rumah Tumbuh : Kau Tumbuhkan Rinduku


Iseng2 gak ada bacaan, aku -yg selalu butuh buku untuk menghabiskan akhir pekan- minjam sebuah buku di bacakata (hee,promo ni gaek, ntar diskon yak). nanya2 buku apa yg ringan, sang empunya menyodorkan sebuah novel remaja, pemenang pertama sayembara novel remaja tahun 2005. judulnya Rumah Tumbuh.
(Tidak. Kita tidak akan ngebahas tu novel, aku jg ga ingin ngereview)
tapi, benaran, sumpah demi, aku gak berhenti baca sampe abis, yg berarti tidur jam 2 dini hari. bukan karena novelnya yg bikin penasaran, tapi karena settingnya, yg ngingetin aku dengan "petualangan" ku pada pertengahan 2006 lalu.

Banjarmasin, Sungai Martapura, Amuntai, Danau Panggang, Desa Paminggir dan sikecil Baihaqi ( bocah pedalaman Kalimantan yg kupeluk itu, yg bahkan belum mengerti dengan bahasa Indonesia)
Yup, setting di novel Rumah Tumbuh itu yg " So Banjar" karena penulis menghabiskan perempat abad hidupnya di propinsi tempat Ian Kasela berasal ini benar2 menggambarkan bagaimana bepergian dengan kelotok perahu kayu bermesin dan dengan jukung yg hanya didayung dgn pendayung manual.
Farah Hidayati, sang penulis juga dengan gamblang menggambarkan bagaimana keadaan sungai2 di kalimantan ( selatan) yg kotor dengan air keruh, lengkap dengan rumah dan sekolah terapung dan warga yg membuang segalanya ke sungai tapi menjadikan lagi airnya untuk minum,mandi dan mencuci.
Itulah, Banjar, atau lebih tepatnya desa yg kukunjungi, Desa Paminggir, daerah air yang justru kekurangan air bersih. Masalahnya begitu rumit, kebiasaan jelek masyarakat, limbah industri, polusi penambangan, dan bahkan ilegal logging menjadikan sungai tak ubahnya aliran kopi Lampung : hitam pekat dan penuh ampas.
Tapi abaikan dulu soal pemerintah yg entah tidak cepat tanggap atau apa, Banjarmasin dan Kalimantan Selatan umumnya, adalah negeri yg tak akan rugi dikunjungi. Jangan pikirkan wisata keindahan, tapi pikirkan wisata psikis yg akan mengajak kita merenungi hidup. Duduk di atas kelotok yg berjalan membelah sungai, akan membuat kita sadar bahwa hidup tak hanya tentang merek handphone dan fashion terbaru. Tinggal beberapa hari di atas rumah terapung dengan air sepanjang mata memandang akan membuat kita bercermin, bahwa untuk bahagia tak hanya dengan jadi selebritis, atau duduk di mobil dengan plat nama kita, atau siaran di radio paling ngetop di kota ini dan punya banyak fans, atau , atau , atau lainnya.
Coba bayangkan jadi Baihaqi kecil yg hidup di desa Paminggir yg di sana hanya ada SD. jika nanti ia ingin melanjutkan ke SMP, ia harus ke kota kecamatan yg harus ia tempuh dengan kelotok selama 2 jam, itu pun harus berangkat jam 7 pagi, karena lewat dari itu, angkutan sungai satu2nya akan tetap ke dermaga tanpa dia, dan itu berarti ia harus mendayung jukung dengan dua tangannya yg mungil.

Ah, Paminggir, dengan segala kesederhanaanya yg mempesona, tidak terusik MTV music award dan Film Jakarta Undercover, tapi harus juga ikut merasakan Global Warming. ingin hati mengunjungimu sekali lagi, tidak dengan keluguan ade yg dulu yg terlalu kaget membayangkan tinggal di atas air sepanjang hari (hidup).
Seseorang, jika membaca posting ini, mengenal bocah kecil yg kupeluk itu, ia bernama Baihaqi dan tinggal di Desa Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan, tolong sampaikan salamku padanya. Katakan, bahwa ia harus menatap masa depan sejernih binar matanya menerima tamu dari Padang.


26 November 2007

Rahasia Meede


Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:E.S Ito
Pertama liat buku ini sekitar pertengahan september, di toko buku dan disegel. Saya baca bagian belakangnya saja, terhenti pada komen seorang pakar essay : "Pram muda telah lahir"
What? Pram Muda? Pramudia Ananta tur kah maksudnya? Sang jenius itu punya titisan bernama E.S Ito? Tidakkah ini propaganda supaya bukunya laku? Beberapakali saya beli buku hanya karena komentar pakar di belakangnya dan ternyata saya kecewa, bahkan kritikus yang dikenal ampuh pun terkadang punya semacam "deal" dengan penulis. Ketika buku penulis tersebut dibumbui komentar si pakar, maka itu akan ikut membantu mendongkrak penjualan. Tapi saya tidak mau berprasangka soal ini.

Begitu ngebaca sinopsisnya, mau gak mau, kembali berprasangka (sok) kritis: fiksi sejarah toh. Kok belakangan, semua penulis berlomba2 ya, mengangkat fakta2 sejarah yg selama ini terlupakan, jadi sebuah fiksi suspense dan itu dianggap sesuatu yg cool.

Lihat saja, belakangan aliran Dan Brown meraja di blantika fiksi internasional, tak ketinggalan Indonesia. Padahal dulu, tahun 2003 saya pernah baca novel Eliza Vitri handayani yang berjudul AREA X. Bagi saya itu science fiction yang hebat, suspensenya menarik untuk ukuran penulis Indonesia. Muda pula, cewek pula. Tambah Plus.
Tapi sepertinya buku itu luput dari mata pencinta fiksi. Saya berpikir mungkin ini selera pasar dan sayalah yang punya selera aneh.
Maka wajar rasanya, saya tidak respek sama Rahasia Meede pertama kali. Tidak saya beli, padahal ada indikasi dia akan jadi best seller. Toh saya pikir, ini hanya trend fiksi.

Lalu, ada sebuah event diadakan. Padang Book Fair. Selain pameran buku, ada juga acara bedah bukunya. Yang datang ES Ito dam Habiburrahman El Shirazy.
Saya mendengar bahwa Ito datang ke Padang sekalian pulang kampung. Urang Awak ternyata. Saya penasaran. Saya ikuti bedah bukunya. Dan kembali berbagai pujian saya dengar. Saya hanya mengucapkan selamat pada Uda Ito. Di depan forum saya akui bahwa saya belum membaca bukunya, saya sampaikan juga keraguan saya, apakah ini sebuah kelatahan dari trend fiksi baru.
Saya tidak sendiri ternyata. banyak hadirin yang hadir juga meragukan apakah novel ini bisa memberi tawaran bacaan baru dunia fiksi Indonesia.
Sang penulis hanya punya kesempatan bicara satu kali, di akhir sesi. Suaranya bergetar, bukan karena takut saya pikir, lebih karena semangat yang menggebu. Dia bilang dia tak peduli dengan Dan Brown, dia hanya ingin membengkokkan peradaban. Saya terpana, jawaban hebat dari orang cerdas. Itu sudah jaminan bahwa karyanya adalah karya cerdas.
Tanpa menunggu lagi, bukunya segera saya beli dan tanpa berhenti sebelum selesai saya kunyah halaman demi halaman.
Luar biasa. Cerdas. Memukau. Tidak terduga. Akhirnya saya copy paste komentar pakar di bagian belakang novelnya.
Novel kedua Uda Ito ini (wah, saya bahkan belum baca yg pertama) adalah novel cerdas yang diawali riset ilmiah. Fakta yang dia sampaikan dalam jalinan fiksi beberapa di antarnya pernah saya baca. Plot kombinasinya membuat saya tidak berhenti sampai halaman terakhir. begitu juga dengan fakta-fakta baru yang dia suguhkan, membuat saya bertanya : ini data atau fiksi?
Kita akan diajak berburu harta karun VOC secara cerdas. karakter tokohnya pun kuat, dibangun dengan kekhasan masing-masing. Settingnya membuat kita semakin cinta akan negeri ini. Saya iri pada sang penulis yang telah 'berwisata' kemana-mana untuk menulis novelnya. Tidak sia-sia, bukan?
Saya ternyata salah besar. Ini bukanlah trend sastra. Hanya saja, Rahasia Meede terbit pada saat semua orang menulis fiksi sejarah.

Bacalah! Jika anda tidak suka sejarah, anda akan berubah begitu membaca novel ini. ES Ito, berhasil menyulap sejarah, dari kumpulan angka membosankan menjadi intrik kehidupan manusia.

Dan jika sebuah penilaian harus mengevaluasi, maka saya sebagai pembaca hanya terganggu dengan ritual mengeluarkan angka-angka dari sebuah pohon di mentawai. Juga potongan kertas gambar tato Mentawai. Saya berharap ada kode rahasia yang akan diungkap dalam gambar tato itu, tapi ternyata uda Ito hanya menjadikannya aksesoris dalam novelnya.


23 November 2007

LiST PeNTiNG YaNG (MuNGKiN) TiDaK PeNTiNG

Ketika lahir, kamu menangis dan dunia bergembira. Maka, jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga ketika kamu mati, dunia bersedih dan kamu berbahagia

(pepatah tua Sansakerta)


Aku punya kebiasaan aneh dari dulu yang tidak dipublikasikan. Membuat berbagai list, daftar-daftar yang kemudian dijadiin patokan untuk berbuat lebih lanjut. List tersebut -dari yang paling penting sampai yang gak banget- kutulis di sebuah buku cukup tebal dan hanya aku yang boleh baca. Semakin hari list tersebut bertambah, baik dari segi isi list maupun jenis list yang baru.

Mau tau ? diantaranya ada list benda2 favorit sepanjang masa, list kemampuan yang aku pengen, list tempat paling asyik, list kenangan2 paling berkesan, list apa2 aja yang harus aku lakukan selama menjalani hidup sampai list siapa aja yang bakal datang dan nangis ke pemakamanku nanti kalo aku udah meninggal.

Yang terakhir merupakan yang paling favorit.

Di urutan teratas dalam list tersebut, ada nama2 ( di luar keluarga tercinta) yang kuramalkan bakal ikut ngangkat kerandaku menuju peristirahatan terakhir.

Jangan kaget, shock atau takut dan cemas ngeliat aku bikin list ini. Gak ada rencana untuk bunuh diri kok (hidup ini indah bukan, dan karena masih pengen menambah panjang list ini), kalau inginnya sih, hidup seribu tahun lagi (kayak iklan pelestarian makhluk langka ya hee). Tapi siapa yg tau soal maut kan? Ga kayak kelahiran yg ada tanda2nya. List ini kubuat untuk mengingatkan diriku sendiri betapa pentingnya kehadiran orang lain buat hidupku.

I’m a selfish girl, egosentris, narsis (yg tidak berorientasi fisik loh), keras kepala, mau menang sendiri dan ribuan sifat buruk lain yg masih berpusat pada betapa aku mencintai diriku dengan teramat sangat. List inilah yang mengingatkanku, ngasih early warning bahwa, kita ada dan hebat karena situasi dan orang2 di sekitar kita memberikan kesempatan untuk itu. List ini kubuat karena gak pengen jadi orang yg gak tahu diri, tdk tahu berterima kasih, dan tidak memberi makna. Tentu dengan kepercayaan penuh, bahwa mereka (orang2 dlm list ini) sengaja ‘dipinjam’ Tuhan, untuk membentuk ade yg sekarang.

Lewat list ini aku pengen berterimakasih (secara tdk langsung) karena melalui interaksi bersama mereka, kompleksitas terbangun dalam hidupku yg entah akan berakhir dimana dan kapan. Tentunya dengan harapan, list ini akan bertambah panjang seiring aku yg selalu ingin bertemu org2 baru, dari tidak tau menjadi kenal, saling menyapa, saling bertukar kabar, menghabiskan sejumput waktu, mungkin berbincang tentang cuaca dan tren rambut, atau diskusi tentang film baru yg kalah meaning dg film lama, atau hanya menghabiskan sore dgn bergunjing lalu berapologi kita tdk berdosa karena hanya membahas psikologi. atau bertukar cerita tentang hati dan menyelami rahasia cinta, mungkin juga duduk2 bodoh di beranda lalu saling mengolok. Mungkin juga bertemu di angkutan umum, menyapa dan bertukar senyum, atau ah, begitu banyak… dan aku sadar aku memang makhluk sosial, yg tidak bisa sendiri.

Lalu kenapa harus ketika meninggal? Jawabannya entah. rasanya, itulah gerbang atau malah muara dari semuanya. Bahwa ketika kita meninggal, segalanya jd tak penting lagi. yg dipunya oleh orang2 terdekat kita hanyalah kenangan yg entah akan bertahan sampai kapan. Ketika seseorang mati, rasanya semua keburukan yg ia punya menjadi nihil dan yg tersisa hanyalah semua yg baik dan indah, even dia seorang bandit masyarakat. Mungkin saja, kita yg mati, sempat melihat sebentar seberapa penting dan punya tempat-nya kita di hati banyak orang dan mungkin saja itu memberikan kelegaan tersendiri (pun entah, soalnya aku belum pernah mati). Dlm Islam pun dikatakan, siksa kubur akan dihilangkan jika yg menyolatkan seorang yg mati lebih dari 40 org (mohon konfirm dgn hadis ato ayat yg tepat). 40 orang? Apakah itu jumlah yg banyak? Atau sedikit? Tapi apalah arti kuantitas, jika sehari sesudah itu life goes on : you mean nothing.

Siapa sih yg tidak ingin dikenang dengan mata berkaca2 setelah ketiadaannya, sebagai sebuah keindahan, suatu kebaikan, dan bahkan mungkin tidak tergantikan.

Isi list ini mungkin tidak sepenuhnya terbukti nantinya. Orang2 yg kuanggap akan berduka mungkin nanti ketika masa ku datang mungkin justru akan merasa baik2 saja, tp itu bukan masalah, karena akulah yg akan mengenang mereka sebagai sebuah keindahan jika masa mereka lebih dulu datang.

Untuk kamu, yah kamu yg sedang membaca postingan ini, jika kamu pernah mengenal seorang Ade Alifya, pernah berinteraksi dengannya, dlm kesempatan, situasi dan kondisi apapun, aku ingin mengucapkan terima kasih, benar2 berterima kasih. Percayalah kamu berarti dan memberi arti. Namamu ada dalam list penting itu, berharap aku tidak terlalu GR karena memasukkan namamu ke dalamnya, dgn harapan, suatu saat nanti yg entah, dalam rutinitas harimu, kamu sempatkan hadir jika kabar datang, mengantarku ke peraduan terakhir dimana semua keakuanku akan hilang. Dan untuk terakhir kalinya, kumohonkan, kirimkan doa sembari mengenang interaksi kita sebagai sesuatu yg indah, karena aku juga akan melakukan hal yg sama.

10 November 2007

Love Will Show You Every Thing*

(* Judul lagu Jennifer Love Hewitt)


Today is so complicated and colorful. Pagi2 subuh buta dapet telpon dari temen lama yg udah nemuin masa depan di kota lain, ngeladenin obrolan ngalor ngidul dia dengan setengah hati (aku baru tidur jam 2 dini hari, U know), tp itu semua hanya pembukaan basa basi yg nggak penting. Inti telpon dia subuh itu adalah, hari ini, perempuan cinta pertama dia bakal nikah, dan dia gak rela.
Aku speechless. Gak ada yg bisa dia lakukan lg bukan? Ato kita jadiin ini sinetron, dia akan segera cari pesawat paling pagi, terbang ke tempat tuh cewek dan segera melarikan diri berdua, hidup jauh dari keluarga dan bahagia selamanya. Haha, dia jg gak berani. Ada nilai, norma, adat dan bla bla bla lain. “ gw gak secinta mati itu untuk ngelakuin semua kegilaan yg lu saranin”
Ketika kukatakan, so let it be. Dia jg gak bisa. Katanya, dia jauh2 kerja buat mempersiapkan masa depan dia dan cewek itu. Lalu apa?
Akhirnya pembicaraan pagi tadi berakhir dengan buntu. Sabar ya, jodoh gak kemana (haha saran klasik, padahal itu juga gak mempan)
 
Sore2 saat latihan teater, ngebahas rame2 hubungan salah seorang anak teater (mudah2an dia gak ngebaca ini blog ya). Ceweknya yg pingsan dan dirawat di rumah sakit dan nyaris ‘gila’ gara2 dia putusin dengan alasan simpel, “udah gak ada rasa lg”
Tp dia jelas merasa bersalah, saran untuk balik lagi juga ga bisa dipake karena itu bakal memperkeruh. So, tak ada yg bisa dilakukan lg bukan? Hanya berdoa, semoga saja waktu bisa menyembuhkan. Tapi semuanya menyangsikan (termasuk aku) :
Benarkah waktu bisa menyembuhkan ?

Malam jam 9 lewat dikit, dapat sms dari seorang abang, yg nanyain : apa yg menandakan bahwa itu cinta?

Apa ya? Perasaan yg beda dari biasanya? Atau sebuah kenyamanan? Atau…
Tak usah dibahasakan, gak usah didefenisikan karena kahlil bilang : cinta itu cukup untuk cinta. Karena klo dibahasakan, jadi sempit, tidak terwakili dan bias, ambigu, intertekstual dan relatif.

Duh, akhirnya kuputuskan untuk memuarakan kerumitan hari ini. Aku mesti nulisin itu semua. Tak bisa berpuisi lagi, karena kepujanggaanku yg tak seberapa itu sangatlah tidak jenius mengurai ini semua. Apalagi cerpen dan novel. Nulis di blog jadi alternatif trakhir.

Apa bukti cinta itu ada dan hebat? Jangan beri jawaban luas dulu : kita ada karena cinta, atau dunia ada karena cinta. Kita bicara secuil cinta yang berasal dari hormon dulu :
Tau kenapa dinasti romawi hancur? Tau apa alasan tajmahal dibangun semegah itu? Tau kenapa john lennon bikin lagu begitu touching dan tidak terlupakan sepanjang masa? Tau kenapa kahlil gibran begitu melegenda? Tau kenapa industri lagu, film dan penerbitan begitu maju ?
 
Siapa sih yg bisa memungkiri kalo hormon udah bicara. Silakan bicarakan dari segi kimiawi, dimana pada saat itu seluruh proses kimiawi tubuh menjadi berbeda. Atau bilogis? Jantung yg memompa darah lebih cepat padahal kita sedang tidak berolahraga, perasaan nyaman yg gak tau bersumber dr mana padahal kita tidak sedang mengkonsumsi heroin. Atau dari sisi psikolog, tiba2 semua jadi blur, mata dan hati hanya tertuju padanya, semua menjadi tidak begitu penting lagi kecuali dia?
(Bahkan aku yg mencoba mendefenisikan dari luar kotakpun jadi tidak begitu bebas nilai. Aku pernah jatuh cinta jg ternyata. Haha)
Bagaimana dengan kehilangan, putus cinta dan patah hati : habil dan kabil, tangkuban perahu (legendanya), glen fredly jaman dulu, bunuh diri?, aku, dan yah… romeo Juliet, titanic, haha
I cant describe as well as if some one feel it. Pokoknya efeknya juga hebat. Orang jadi bodoh, pemurung, depresi, bahkan gila. Tapi bisa jadi berubah ke arah yg baik. Intinya, kita berubah, tak lagi diri kita yg dulu.

Buat semua orang yg sedang disentuh cinta ( jatuh cinta atau sebaliknya) (termasuk aku yak?) :
Nikmati saja. Inilah warna hidup bukan? Biarkan ia masuk jika ia mengetuk. Don't, be afraid to let it show. Sadari bahwa kita ternyata tidak begitu maruk untuk tetap mencintai diri sendiri sedemikian rupa, ternyata masih ada ruang untuk hal2 di luar kita. Take this gift and don’t ask why.
Juga nikmati semua sakit, bahwa ternyata kita pernah bahagia dan ini lah kebalikannya. Jika begitu sakit dan tak tertahankan, berarti sebelum ini, kita juga begitu bahagia dan tidak terdefenisikan bahkan mungkin tidak disadari.
Percayalah ini semua proses, dan jika kita adalah orang2 terpilih yg bisa mengambil hikmah maka pribadi kita akan semakin kaya dan tak pernah lagi sama. Bahkan ketika depresi hebat melanda, percayalah bahwa kita selalu punya tempat dalam hati seseorang yg mungkin belum kita temukan.
Bagi dunia, kita mungkin hanya seseorang, tapi bagi seseorang kita adalah dunianya. Tidakkah itu menginspirasi hidup?






30 October 2007

My Graduation


Finally,
Akhirnya saya wisuda juga. repot banget hari itu, tapi saya udah janji ga bakal egois di hari wisuda ini, dan membiarkan si mbak salon yg udah datang subuh buta itu ke rumah untuk mengobrak-abrik wajah saya, sambil diplototin dengan penuh binar oleh sang ibunda ( yg mikir, duh anak gadih ambo alah gadang se hehe)
And then, jadilah...
taraaaa..its me, on my graduation day. looks pretty? or like a clown?


5 tahun berjibaku dengan studi di bangku kuliahan, diwisuda juga akhirnya.
So many feelings felt, then dunno what 2 say.

Thanks for every body that had made my study time colour full. Its time to face the real world, fighting with my own energy.

Wish me luck.

09 October 2007

Rebut Hari Ini!!!


Slesai ujian kompre, ternyata malah lebih ribet lagi. Wisuda dimajukan dan pendaftaran terakhir sebelum lebaran ini. Hwalah…Mondar mandir deh kayak strikaan di dekanat, berburu tanda tangan, clearing perpustakaan, bayar ini itu, daftar ini itu.
Hahaha…
Tapi seru juga loh… Setiap ketemu rekan seperjuangan pasti pertanyaan pertama yg keluar dari mulut itu adalah : Udah???  Dan selalu dijawab : belum!!!
Hehehe, padahal bisa jadi nanya udah makan kan ?? (eh, puasa deng)

So, what’s next ?
Pasti tentang masa depan dong!
Sekarang udah harus jadi seorang yang (benar-benar) dewasa, yang dalam hal apapun pasti ada hak dan kewajiban.
Kalo dulu, kalo bikin kesalahan, pasti ber-apologi, kan masih mahasiswa, masih belajar.

Nah sekarang ?
Konstruksi masa depan yang udah dirancang, harus diwujudkan, satu per satu. 
Apapun, Carpediem!!! Rebut hari ini!!!

Wish me luck!

25 September 2007

24 September

24 september 2007, aku baru menyadari bahwa hari ini bakal jadi badluck pas pagi hari.
Tapi yah, aku gak bisa milih kapan kompreku bakal berlangsung kan?
SK bilang sekarang, ya udah, show must go on.

24 September , hari lahir seseorang dimasa laluku. Bulan September juga bukan bulan yang bersahabat dalam sejarah hidup. Apalagi tanggal 24, jadi hari dimana untuk kesekian kalinya aku gagal dalam komitmen dgn seseorang.

Tapi yah, bisa apa lagi coba, selain fighting sampe titik darah penghabisan?
Ternyata Tuhan sayang aku, banget. Skripsi dirombak habis, dapat acc justru saat2 terakhir, ngedaftar kompre pun udah hampir gak diterima lagi saking mepetnya. And now, Alhamdulillah, lulus kompre, dengan tidak banyak perubahan pada skripsi. Ujian lancar dan terkendali. Semua pertanyaan bisa kujawab dengan pasti. Soal nilai, aku ikhlas brapapun yg dikasih penguji. Toh, udah usaha maksimal kan ?

So, eng ing eng, namaku sekarang : Ade Alifya, S.IP.

Finally…
Makasih buat smua orang yg udah ngirim doa. 
Untuk mencapai apa yang kita inginkan emang gak mudah. Kehilangan justru pada saat aku membutuhkan memang menguras energi. Tapi yah, aku punya kaki untuk tetap berdiri sendiri diatasnya. Dan selalu ada hikmah di setiap peristiwa bukan?

Thanks God, aku masih bisa menghikmahi ini semua.


12 July 2007

Prasangka Buruk Yang Tak Bergizi


Sesuatu yang asing dan misterius punya daya tarik tingkat tinggi dan mungkin mbikin orang penasaran. Banyak orang yang menyelidiki ada gak sih kehidupan di planet lain selain bumi, ada juga yang tertarik dengan misteri segitiga bermuda. Ada juga orang yang pengen menemukan kebenaran pesawat Adam Air, kenapa Lumpur Lapindo bisa bocor, kemana perginya si hiu putih atau kehidupan dinosaurus…
Dan lain-lain dan lain-lain sebagainya.

So Do I
Ketertarikan itu yg saat ini kukerjakan.
Lembaga Pemasyarakatan (LP), rumah tahanan, penjara, bui, hotel prodeo, kandang situmbin….
asing, misterius (terlihat dari luar) dan terkurung.
Ketertarikan itu memunculkan niat untuk mendalami, ingin tahu banyak, melihat prosesnya dan mungkin berinteraksi dengan mereka. Hal yang sama mungkin juga dirasakan oleh kawan2 yang punya kajian tentang masyarakat terasing nan primitif. Sekian lama diundur karena aku merasa belum yakin. 

Akhirnya kesiapan harus segera ada walaupun prematur. Jadilah kunjungan ke LP jadi rutinitas baru yang menguras energi justru pada saat belum dilaksanakan.
Melangkah kesana dengan banyak pertimbangan.
Duh, aman gak ya ?
Ya ampun, pasti serem !!
Um, besok aja kali ya ?
Deg-degan nya itu loh, dipicu gambaran kejahatan dan kriminalitas. Di sana ada pembunuh loh, ada pemerkosa juga, nanti bakal ngewawancara bandar narkoba, ato bakal ketemu tukang aniaya….
Uh…ngabisin energi banget.

Ternyata sodara-sodara……………..
PRASANGKA BURUK ITU TIDAK BERGIZI SAMA SEKALI.
Gak ada gunanya… 

Hari demi hari, interaksi dengan mereka lancar, akrab dan menambah rasa syukur. Gimana gak bersyukur kalo kamu abis ketemu terpidana mati kasus pembunuhan yang kelangsungan hidupnya tergantung Peninjauan  Kembali, sebuah proses yang dilakukan manusia. 
Melihat binar kerinduan dari mata seorang napi asal Aceh yang menjalani pidana 10 tahun karena kasus narkoba yang jarang banget dikunjungi keluarga dan kerinduan itu terungkit hanya karena ngobrolin lezatnya kopi Aceh yang disaring, dimakan barengan Timpan.

Mereka masih manusia…
Memang pernah salah, dan itu yang sedang ditebus.
Emang gak enak hidup di sana ( makanya, jadi orang lurus2 aja ya guys). Tapi di sana kadang kita jadi benar-benar tahu indahnya hidup, indahnya kemerdekaan, nikmatnya jalan kaki di bawah gerimis, kelayapan ke mana aja, bergelantungan di bis kampus… hehehe...

Maka, oleh karena itu, diriku menghimbau kepada dirimu sekalian, marilah kita bersyukur, nikmati hidup ini, dan hindari berprasangka buruk ( kayak ceramah agama ya )

Dont judge a book by its cover.
Sapa sih yang pertama kali  mencetuskan kalimat ini ?
Keren banget ternyata ya ?
:)
NB : kalo mau tau banyak tentang napi dan aktivitasnya di LP, silahkan kunjungi www.napi1708.blogspot.com



11 July 2007

DEAD LINE



Aku tuh last minutes girl. Semuanya maksimal kalo udah di saat-saat terakhir. Bukan meniadakan planning loh. Rasanya, klo udah mendekati dead line, pikiran jadi plong, ga ada hambatan, tiba-tiba ide brilian singgah. Dan tarrraaaaaaaaaa… Maka jadilah…

Tapi sekarang ?? Deadline udah jadi sosok menyeramkan, harus kompre bulan depan klo mau wisuda tahun ini.

Nah, kemana itu makhluk yang berwujud lampu neon berpijar yang selalu muncul di detik-detik terakhir ? Kok kali ini ga muncul-muncul ?
Apa waktu satu bulan kurang ini belum terhitung sebagai saat-saat terakhir ?
Butuh doa nih.
Butuh keajaiban nih.
Butuh mukjizat nih.


Banyak yang bilang gak mungkin, gak sedikit juga yang bilang aku pasti bisa.
Satu-satunya cara…
USAHAAAAAAAAAA...
All out.
Mati-matian. Sampai titik darah penghabisan. Doain Ade yaaaaaaaaaaaaaaa!!!


23 May 2007

Perasaan Sesak Yang Nyaman*


 * Buat Dree


And life goes on…

banyak yang tejadi dalam hidupku, bikin smuanya penuh warna, juga makna, bisa metik pelajaran jika aku mampu memaknai.

terlalu banyak.
sedih, senang, bahagia, terluka, jatuh cinta, patah hati, kebanggaan, diremehkan, diagung, disanjung, digunjing, dimaki, dicintai, mencintai, dikhianati, dibenci, punya arti, ga berharga…………

komplit, rumit tapi aku bersyukur dengan itu semua.

dan hidup tetap berjalan, terus berjalan, tak pernah rehat, walau sejenak. dan aku terus melangkah, terkadang dengan isak, mungkin dengan mata terpejam, pernah dengan dagu mendongak, atau dengan senyum, tulus, dari hati, untuk semua yang telah memberi warna.

juga untuk seseorang…
yang telah jadi masa lalu, ada yang tak sempat aku ucapkan : terima kasih telah mewarnai kanvasku.

banyak yang ingin kutanyakan, tapi takut mengusik, takut disalah-artikan. awalnya gamang, menyikapi ini semua. tapi yang aku yakini, malam yang paling pekat dan paling dingin justru pada saat sesaat menjelang fajar.
dan ternyata benar.

pada detik sebelum ku menulis posting ini, tak sengaja kutemukan lembaranmu. dengan nickname-khasmu, ada nama pemberianku juga. terima kasih. 
sepertinya kamu bahagia, punya dunia baru, punya "senyum hangat menyebalkan" yang baru. selamat.

setelah ini, kuartikan ketiaadaan sapamu sebagai hal yang berbeda. bahwa semua telah berubah, benar2 berubah, dan kamu telah menjelma menjadi sosok asing tak kukenali.
sekali lagi terima kasih. mengetahui bahwa kamu bahagia juga membuatku bahagia, sesak melihat tuturmu padanya seperti tuturmu padaku, tapi ini rasa sesak yang nyaman ternyata. 

Buat DREE, selamat tinggal. masing-masing kita telah menemukan dunia sendiri. tak searah, tak bersinggungan. 

duniaku, masih penuh warna, juga dengan cinta, jika kita sempat ketemu, ada sapa, lalu kamu bertanya, maka akan kujawab, dengan penuh binar, dengan senyum, bahwa aku sekarang bahagia. hal yang dulu sempat kuragu sejak kepergianmu.

salamku buat gadismu. ingin sekali kukatakan langsung kepadanya, bahwa ia cantik, dengan binar mata yang tak bisa diwujudkan dengan kata2, apalagi dengan goresan pensil gambarmu.

sesudah menulis ini, aku lega. benar2 plong. berharap suatu hari akan kamu baca.tanpa prasangka.