Pages

02 August 2006

Tentang Waktu

Waktu : adalah perihal yang tidak bisa kita miliki*
* thanks buat Pram Scouti Arnin yg udah berbagi kalimat keren ini


Aku bingung dengan urusan pergantian waktu. Sibuk sama sesuatu, tak sadar sudah di tanggal segini aja, sudah di bulan ini aja. 
Aku yakin banyak orang di dunia ini yang juga suka ga nyadar dengan pergantian waktu, yang beraktivitas 26 jam ( 2 jam lagi dalam dimensi yang beda ( baca : mimpi ) , atau orang-orang yang punya aktivitas nabrak-nabrak waktu ( kerja pas semua orang molor, atau molor pas semua orang kerja ).
Mungkin ini yang membuat pemahaman orang akan zat yg disebut ‘waktu’ ini jadi bergeser. Karena waktu itu sangat terbatas, kita jadi mengerjakan banyak hal tanpa rehat seolah lari di rel kereta api dan  di belakang kita keretanya mengejar sambil menglakson memekakkan telinga. Kita mungkin sadar, bahkan satu detik yg lalu tak bisa dijemput.

Tapi justru itu, haruskah kita berlari di rel waktu tanpa bisa menikmati waktu itu sendiri?
Banyak moment dalam hidupku yang terlewat begitu saja dan semua itu tak bisa dijemput. Ultah seorang teman ke 22 di bulan Maret lalu (hanya sekali seumur hidup kan temen ku itu ultah ke 22), ultah ke 24 perkawinan orang tua tercinta, perayaan wisuda seorang sahabat (padahal dia cum laude loh), takziah mamanya teman masa kecil, papanya teman yg masuk rumah sakit dan ga bisa aku jenguk karena aku (sok) sibuk, konser SO7 yg terlewatkan, Oprah Winfrey Show yg temanya aku suka banget, gerhana bulan ( apakah gerhana terjadi setiap hari ? ), pelangi kemaren sore, Pementasan teater musim kematian bunga yg ga bisa  ku tonton ,…….
Uhh….pokoknya banyak!!! Dan ga bisa ku urai saking banyaknya.


Kadang aku berpikir, kapan aku punya waktu untuk tetap berlari di rel, tapi masih bisa nikmatin pemandangan dalam perjalanan di sepanjang rel. Kalau aku capek,  aku akan berhenti sejenak dan kalau keretanya sudah mendekat lagi, aku akan berlari sekencang-kencangnya biar klaksonnya yang menyebalkan itu tak lagi kudengar. Dan seterusnya, dan seterusnya.
Tapi aku juga gak mau jadi pecundang, dengan kleuar dari rel dan hanya memandang setiap kereta yg lewat.